3 Penyebab Penyakit Mental Self Injury

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 12 Oktober 2019
3 Penyebab Penyakit Mental Self Injury

Gangguan psikologis yang cenderung melukai diri sendiri (Foto: pexels/david garrison)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELUKAI diri sendiri menggunakan benda tajam, biasanya bisa disebut sebagai self injury. Sebuah penyakit kejiwaan yang menimpa seseorang bila mengalami stress, emosi, cemas dan benci secara berlebihan. Selain itu, penderita bisa nekad mengkonsumsi makanan beracun untuk mengakhiri hidupnya.

Bila kamu menemukan seseorang atau kerabat yang mengalami stress, cobalah untuk mendekatinya dan memberikan nasihat atau semangat. Sebelum itu, ketahuilah beberapa faktor yang mempengaruhi psikologis seseorang sehingga melakukan self injury.

Baca juga:

Awas! Depresi Bisa Bikin Ukuran Otak Menyusut

1. Masalah Sosial

Aksi perundungan menyebabkan gangguan psikologis self-injury (Foto: pexels/ Lisa Fotios)
Aksi perundungan menyebabkan gangguan psikologis self injury (Foto: pexels/ Lisa Fotios)

Masalah sosial seperti bullying atau perundungan menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang bisa menderita self injury. Korbannya pun bukan hanya menyerang orang dewasa saja, anak kecil pun bisa mengalami perundungan. Terlebih dengan munculnya media sosial.

Guna mengurangi aksi bullying, telah banyak kegiatan berupa kampanye yang menjelaskan mengenai bahaya aksi perundungan. Diharapkan banyak yang sadar kalau dampak negatif dari bullying mampu merenggut nyawa korban. Mengontrol media sosial juga menjadi salah satu cara menekan perundungan.

2. Trauma Psikologis

Gangguan emosional yang menimbulkan trauma psikologis (Foto: pexels/pixabay)
Gangguan emosional yang menimbulkan trauma psikologis (Foto: pexels/pixabay)

Kamu bisa kehilangan seseorang karena kejiwaan mereka mulai terganggu akibat adanya kekerasan emosional, fisik maupun seksual. Bagi para korban, menyakiti diri sendiri akan mengurangi rasa sakit hati mereka. Oleh karena itu dukungan moral sangat penting. Jangan membuat mereka semakin merasa bersalah atas peristiwa masa lalu.

Baca juga:

Psikopat Perempuan Lebih Mengerikan

Jika enggan mengatakan secara langsung minta dia mencurahkan isi hati melalui tulisan. Ajak melakukan hal yang positif. Karena itu adalah treatment untuk melupakan permasalahan dalam hidupnya secara instan.

3. Gangguan Mental

Gangguan mental yang terbiasa melukai diri sendiri (Foto: pexels/kat jayne)
Gangguan mental yang terbiasa melukai diri sendiri (Foto: pexels/kat jayne)

Jika kamu memiliki teman yang mengalami keterbelakangan mental, harus memperhatikan kondisi tubuh dan kepribadiannya. Trauma akan mudah terjadi bagi mereka yang memiliki kejiwaan yang rentan. Sulitnya penyesuaian diri terhadap lingkungan menjadi salah satu alasannya.

Tak mendapatkan apa yang diinginkan oleh korban membuat perasaannya hancur. Gejala yang muncul akan beragam sesuai dengan rasa yang dialaminya saat itu. Cara mengetahui seseorang sedang mengalami self injury cukup mudah. Terdapat luka bekas goresan senjata tajam yang menyayat pergelangan tangan hingga luka bakar. Raut wajah lesu karena sering menangis jug amenjadi cirinya. (Dys)

Baca juga:

Cekikikan Sendiri Seperti Joker, Ketahui Mengapa Pseudobulbar Affect Berbahaya

#Kesehatan Mental #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan