3 Jenis Teh Kaya Antioksidan, Lindungi Tubuh Dari Berbagai Penyakit

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 02 Agustus 2024
3 Jenis Teh Kaya Antioksidan, Lindungi Tubuh Dari Berbagai Penyakit

Teh beraroma. (Foto: Unsplash/Akhilesh Sharma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setiap cangkir teh penuh dengan manfaat kesehatan. Faktanya, teh merupakan salah satu sumber antioksidan utama dalam pola makan kebanyakan orang.

Antioksidan adalah senyawa yang ditemukan dalam makanan nabati seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, kopi, dan teh.

“Diet yang mengandung berbagai makanan kaya antioksidan, termasuk buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik dan penurunan risiko penyakit,” kata ahli diet olahraga Marie Spano, MS, RD, CSSD, CSCS, dikutip dari Eatingwell, Jumat (2/8).

Barbara Ruhs, MS, RD, seorang ahli diet terdaftar mengatakan antioksidan dapat bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari bahan-bahan berbahaya. Oleh karena itu, mengonsumsi antioksidan dapat mencegah dari berbagai macam penyakit serius, salah satunya kanker.

Baca juga:

Teh Jahe, Ampuh Buat Redakan Kembung

Nah, tiga jenis teh ini kaya antioksidan, antara lain:

1. Teh hitam

Teh hitam merupakan teh yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Setiap teh mengalami metode persiapan yang berbeda. Teh hitam, misalnya, menggunakan daun yang difermentasi sepenuhnya.

"Teh hitam mengandung sejumlah polifenol termasuk flavonoid, katekin, dan theaflavin. Karena daun teh hitam dibiarkan teroksidasi sepenuhnya, teh hitam sangat kaya akan theaflavin dan thearubigin, sejenis flavonoid," kata Spano.

2. Teh hijau

Teh hijau menempati posisi kedua dalam popularitas teh global. Teh ini dipuji karena berbagai manfaat kesehatannya, mulai dari peningkatan fungsi otak hingga penurunan gula darah dan peradangan usus. Tidak seperti teh hitam, teh hijau dibuat dari daun teh segar yang tidak difermentasi.

Teh hijau kaya akan katekin, sejenis antioksidan dan polifenol. Teh hijau memiliki konsentrasi katekin yang lebih tinggi daripada teh hitam atau teh oolong.

Baca juga:

Segar dan Menyehatkan, 3 Manfaat Konsumsi Teh Beraroma

Ruhs menjelaskan katekin yang paling umum, “Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) adalah polifenol paling melimpah dalam teh hijau yang mampu menurunkan peradangan dan dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan gangguan neurodegeneratif.

3. Teh putih

Teh putih dikonsumsi di seluruh dunia dan paling populer di Tiongkok. Spano menjelaskan cara pembuatannya.

“Teh putih dibuat dari daun muda yang dipetik, dikukus atau dibakar, lalu dikeringkan.”

Spano menjelaskan bahwa teh putih mengalami oksidasi minimal dan mengandung katekin dalam jumlah tinggi, bersama dengan flavonoid dan theaflavin.

Baca juga:

Teh Hijau, Minuman Praktis untuk Lawan Resistensi Insulin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh putih mengandung konsentrasi antioksidan tertinggi dibandingkan dengan teh lainnya, juga mengandung lebih sedikit kafein. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan