Kesehatan

3 Hal yang Harus Dibiasakan Setelah Bebas dari Behel

annehsannehs - Sabtu, 22 Agustus 2020
3 Hal yang Harus Dibiasakan Setelah Bebas dari Behel

Kamu akan memiliki senyuman yang berbeda. (Foto pixabay anemone123)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMAKAI kawat gigi alias behel biasanya bukan merupakan waktu yang singkat. Dilansir dari Delta Dental, waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan kawat gigi berbeda-beda sesuai dengan kondisi gigi. Meski begitu, batas waktu yang normal menggunakan kawat gigi berkisar antara 1,5-3 tahun.

Ketika waktunya tiba untuk melepasnya, kamu cenderung merasa sangat asing karena sudah terbiasa melihat atau merasakan kawat yang seolah menjaga gigimu. Jadi apa saja yang harus kamu biasakan setelah bebas dari behel?

Baca juga:

Sikat Gigi Baiknya Sebelum atau Sesudah Sarapan? Begini Menurut Kesehatan

Orthodontics Limited menyarankan kamu membiasakan tiga hal ini, antara lain:

1. Enggak terlihat monyong lagi

Tampak samping sebelum dan sesudah menggunakan behel. (Foto Lumino Orthodontists Max Beresford)
Tampak samping sebelum dan sesudah menggunakan behel. (Foto: Lumino Orthodontists Max Beresford)

Memakai behel membuat seseorang kesulitan bahkan hanya untuk mingkem. Namun selesai masa terapi gigi yang membuat kamu terbebaskan dari 'jeruji besi' dapat mengubah bentuk wajahmu.

Kamu merasa perbedaan yang signifikan ketika bercermin. Mulutmu tidak lagi terlihat agak maju karena behel sudah diangkat. Kamu juga cenderung tidak lagi mengalami sariawan.

Baca Juga:

Makanan-Makanan Ini Mesti Dihindari kalau Kamu Pakai Kawat Gigi

2. Senyum

Senyum menjadi terasa aneh. (Foto pixabay aleksandrafoto89)
Senyum menjadi terasa aneh. (Foto pixabay aleksandra89foto)

Jika sudah terlalu lama menggunakan behel, kamu pasti akan bingung bagaimana caranya harus tersenyum. Apakah kamu harus selalu nyengir untuk memamerkan gigimu? Atau senyum saja cukup? Haruskah kamu sedikit membuka mulut agar bagian gigimu sedikit terlihat?

Kehadiran gigi yang berbaris rapi membuatmu belum terbiasa. Jika masih awkward ketika tersenyum, yuk rajin-rajin bercermin dan peragakan senyuman termanis versimu agar tidak kagok ketika foto-foto.

3. Makan

Tidak perlu ada pantangan makan permen karet lagi. (Foto pixabay anemone123)
Tidak perlu ada pantangan makan permen karet lagi. (Foto pixabay anemone123)

Kini kamu bisa langsung menggigit apel tanpa harus memotongnya terlebih dahulu. Kamu juga bebas makan keripik kentang tanpa takut potongan tajamnya mencopot bracket gigi. Begitu pula saat mengunyah permen karet, tak perlu khawatir tersangkut di behel.

Karena telah menghindarinya cukup lama, kini rasanya aneh jika kamu sudah bisa makan apa saja tanpa pantangan apapun. Kamu juga tidak perlu lagi waktu ekstra dalam membersihkan gigi setiap malam. (shn)

Baca Juga:

Ketika Anak Tumbuh Gigi, Begini Cara Menanganinya

#Gigi #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan