3 Fakta Menarik Tentang 'Si Anak Tengah', Kamu Salah Satunya?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Agustus 2019
3 Fakta Menarik Tentang 'Si Anak Tengah', Kamu Salah Satunya?

Apakah kamu anak tengah? (Foto: student-rag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM berbagai film dan serial TV, anak tengah sering distereotipkan sebagai seorang yang kerap diperlakukan berbeda dari kakak atau adiknya, dan seringkali dibanding-bandingkan. Meskipun begitu, kenyataannya anak tengah memiliki beberapa sifat positif yang tidak dimiliki kakak atau adiknya.

Dilansir dari laman mentalfloss, penelitian telah menunjukkan bahwa anak tengah cenderung lebih independen dan kreatif. Berikut adalah fakta menarik mengenai anak tengah, manakah yang paling sesuai menurutmu?

Baca juga:

Anak Tengah Kurang Diprioritaskan, Mitoskah?

1. Anak tengah semakin langka

3 Fakta Menarik Tentang 'Si Anak Tengah', Kamu Salah Satunya?
Anak tengah semakin langka. (Foto: Reader's Digest)

Ada masa ketika awal abad ke-20 dimana memiliki tiga atau empat anak dilihat sebagai jumlah yang ideal. Semakin berjalannya waktu, hanya 12% perempuan pada usia awal 40-an yang memiliki anak lebih dari empat.

Semakin banyak orang yang mencari ilmu sampai kuliah sehingga biaya yang dibutuhkan akan semakin besar. Semakin berkembangnya zaman, pengeluaran dalam membesarkan anak semakin lama juga semakin meningkat sehingga biasanya satu atau dua anak menjadi jumlah ideal dalam sepasang suami istri.

Faktor inilah yang mendukung terciptanya keluarga yang lebih kecil, yang mana akan memperkecil kemungkinan hadirnya anak tengah.

Baca juga:

Anak Sulung Cenderung Menjadi Pemimpin?

2. Pandai bernegosiasi

3 Fakta Menarik Tentang 'Si Anak Tengah', Kamu Salah Satunya?
Anak tengah pandai bernegosiasi. (Foto: Business Insider)

Terlepas dari persepsi umum yang mengatakan bahwa anak tengah kurang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka, Katrin Schumann, seorang penulis buku The Secret Power of Middle Children pernah melakukan penelitian tentang anak tengah yang menyimpulkan sesuatu yang menarik.

Hasil penelitian Schumann mengatakan bahwa anak tengah memiliki sifat pandai bernegosiasi. Dilansir dari laman Psychology Today, "Anak tengah tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga mereka menjadi seorang manipulator yang pandai dan terampil," tambah Schumann.

Mereka lebih mau berkompromi sehingga mereka mampu berdebat dengan sukses dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka juga cenderung lebih sabar dan menghargai proses.

3. Anak tengah cenderung lebih setia dan jujur dalam hubungan

3 Fakta Menarik Tentang 'Si Anak Tengah', Kamu Salah Satunya?
Anak tengah setia dan jujur terhadap pasangannya. (Foto: MyHeritage Blog)

Jika kamu menginginkan pasangan yang setia, maka carilah pasangan yang merupakan anak tengah di keluarganya. Dr. Catherine Salmon telah melakukan penelitian yang menyimpulkan bahwa 80% anak tengah mengakui bahwa mereka tidak pernah menyelingkuhi pasangannya.

Jumlah ini cukup besar mengingat hanya sebesar 53% dari mereka yang merupakan anak bungsu dan 65% dari mereka yang merupakan anak pertama yang mengatakan tidak pernah selingkuh dari pasangannya.

Tidak hanya setia, Schumann juga mengatakan bahwa anak tengah cenderung paling mampu memuaskan dan membahagiakan pasangannya dibandingkan anak pertama dan anak terakhir. (shn)

Baca juga:

Sayang Anak Sangatlah Penting, Tapi Jangan Lupa untuk Mencintai Pasanganmu

#Anak Muda #Anak #Anak-anak #Anak Pintar
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Cak Imin Ingin Reflikasi Mbloc Space Buat Anak Muda di Daerah Berdaya
Mbloc menjadi salah satu rujukan dan contoh yang positif, salah satu kolaborasi pemanfaatan fasilitas publik yang akhirnya memberikan ruang, ruang berkumpul para anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Cak Imin Ingin Reflikasi Mbloc Space Buat Anak Muda di Daerah Berdaya
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Bagikan