2025, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
2025, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Ilustrasi panas ekstrem. (Foto: Unsplash/Neora Aylon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — LAYANAN Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service/C3S) merilis data suhu dunia di 2025. Lembaga itu memperkirakan 2025 akan sejajar dengan 2023 sebagai tahun terpanas kedua sepanjang sejarah. November 2025 menempati peringkat ketiga sebagai November terpanas secara global.

“Tahun 2025 hampir pasti akan menjadi tahun terpanas kedua atau ketiga sepanjang sejarah," kata badan pemantau iklim Uni Eropa (UE) itu.

Dari Januari hingga November 2025, suhu rata-rata global tercatat 1,48 derajat celsius di atas tingkat praindustri, sama dengan tingkat yang tercatat untuk sepanjang 2023, yang saat ini merupakan tahun terpanas kedua setelah 2024. ??Meskipun 2025 mungkin tidak mencapai 1,5 derajat celsius di atas tingkat praindustri yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, suhu rata-rata global untuk 2023 hingga 2025 mungkin akan melampaui 1,5 derajat celsius, menandai kali pertama periode tiga tahun melampaui angka itu sepanjang sejarah.??

Pada November 2025, suhu rata-rata udara permukaan global mencapai 14,02 derajat celsius, hanya 0,2 derajat lebih sejuk jika dibandingkan dengan catatan November 2023 dan 0,08 derajat lebih sejuk jika dibandingkan dengan November 2024.??

Baca juga:

Suhu Bumi Makin Panas, Kekeringan Ancam Indonesia

"Pencapaian-pencapaian ini bukanlah hal yang abstrak, mereka mencerminkan percepatan laju perubahan iklim, dan satu-satunya cara untuk mengurangi kenaikan suhu di masa depan yakni dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara cepat," kata Samantha Burgess, kepala strategi iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa.??

Suhu permukaan laut untuk November 2025 juga masih sangat tinggi di sepanjang garis lintang dari 60 derajat selatan hingga 60 derajat utara, yang tercatat mencapai 20,42 derajat celsius. Ini menjadi suhu tertinggi keempat pada November sepanjang sejarah.

??Luas es laut Arktik tercatat 12 persen di bawah rata-rata, yang merupakan level terendah kedua untuk catatan November mana pun, sedangkan luas es laut Antarktika tercatat 7 persen di bawah rata-rata. Ini merupakan level terendah keempat untuk bulan tersebut.(*)


Baca juga:

Nyamuk Pertama Ditemukan di Islandia: Tanda Pemanasan Global Kian Nyata

#Pemanasan Global #Cuaca Ekstrem #Efek Rumah Kaca
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
BMKG ungkap penyebab cuaca panas ekstrem dan gerah di Jakarta dan Pulau Jawa yang tembus 37 derajat Celsius. Simak 4 faktor utama & tipsnya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
BMKG mengingatkan potensi cuaca signifikan 8 Oktober, mulai awan Cb, hujan petir, gelombang 2,5-4 meter hingga banjir rob.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
Dunia
Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
suhu panas ekstrem yang terjadi selama kehamilan makin terikat dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat rendah, serta komplikasi maternal pada ibu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
  Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
Indonesia
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Cek prakiraan cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026. BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem, hujan lebat, dan dampak kemarau. Siapkan dirimu sekarang!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter dan ancaman banjir rob di 10 provinsi mulai Sumatra, Jawa, hingga NTB. Cek daftar wilayahnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Dunia
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Sebanyak 12,5 triliun ton es kutub mencair sejak 1970-an akibat pemanasan global. Simak data satelit terbaru dan dampak mengerikan kenaikan permukaan laut di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Bagikan