BPBD DKI Kerahkan Tiga Sorti OMC untuk Redam Potensi Hujan Lebat
Sejumlah petugas tengah melakukan modifikasi cuaca untuk tekan cuaca ekstrem di Jakarta. (foto: dok BPBD DKI)
MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kesembilan sebagai langkah mitigasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah ibu kota.
Pelaksanaan OMC hari kesembilan dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi ini merupakan hasil sinergi lintas instansi, melibatkan BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Sorti pertama dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan fokus penyemaian awan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Misi utama sorti ini adalah memecah awan potensial pembentuk hujan agar tidak berkembang dan bergerak menuju wilayah DKI Jakarta.
Penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000–8.000 kaki dengan target awan Stratocumulus. Berdasarkan pengamatan, base awan berada di ketinggian 5.000 kaki dengan top awan mencapai 8.500 kaki, sementara arah angin dominan berasal dari barat laut. Pada sorti ini digunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) sebagai bahan semai.
Baca juga:
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
Sorti kedua dilaksanakan pada hari yang sama dengan misi OMC hidrometeorologi DKI Jakarta. Penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Kabupaten Bogor, pada ketinggian penerbangan 5.000–7.000 kaki. Area semai berada pada radial 180–270 derajat dengan jarak 10–20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma. Bahan semai yang digunakan kembali berupa 800 kilogram CaO.
Sementara itu, sorti ketiga difokuskan pada penyemaian awan di wilayah overhead Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki, dengan area semai pada radial 090–120 derajat dan jarak 10–20 nautical mile dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pada sorti ini juga digunakan 800 kilogram CaO.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC hari kesembilan merupakan bagian dari langkah mitigasi dini dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Seluruh pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif, sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” ujar Isnawa, Sabtu (24/1).
Baca juga:
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari
Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas OMC serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan serta saluran air guna meminimalkan risiko genangan dan banjir. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
BPBD DKI Kerahkan Tiga Sorti OMC untuk Redam Potensi Hujan Lebat
Pagi Ini 9 Ruas Jalan dan 90 RT di Jakarta Tergenang Banjir, Ketinggian Sampai 2,5 Meter
Banjir Masih Rendam Jakarta, 114 RT dan 15 Ruas Jalan Tergenang hingga Jumat (23/1) Malam
Hari Kedelapan OMC, Pemprov DKI Fokus Penyemaian Awan di Bogor hingga Tangerang
Banjir Rendam 126 RT dan 18 Ruas Jalan di Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari