MerahPutih.com - Dua hari berturut perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpukul imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Setelah Senin (2/3) kemarin IIHSG ditutup melemah 195,22 poin atau 2,33 persen, hari ini kembali turun 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Konflik timur tengah yang kian lama membuat pelaku pasar makin tiarap.
“Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif (di kalangan pelaku pasar),” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (3/3).
Baca juga:
IHSG Anjlok, Investasi Safe Haven dan Saham Energi Melejit Imbas Konflik AS-Iran
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Aksi Iran menutup Selat Hormuz juga menimbulkan gejolak di pasar energi global akrena merupakan jalur perdagangan minyak utama dunia
Sekitar 13 juta barel per hari (bpd) melewati Selat Hormuz pada 2025, mewakili 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.
“Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi,” tandas Ratna, dilansir Antara.
Perang antara Iran dengan AS dan Israel sendiri telah memasuki hari keempat. Presiden AS Donald Trump juga sudah memperingatkan perang bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan awal empat pekan.
Baca juga:
Selat Hormuz Memanas, Ratusan Tangker Terjebak Bikin Harga Minyak Terbang Tinggi
Bursa Asia Ikut Tertekan
Bursa saham regional Asia juga mengalami tekanan. Indeks Nikkei melemah 1.778,09 poin atau 3,06 persen ke 56.279,10. Indeks Shanghai turun 59,90 poin atau 1,43 persen ke 4.122,68. Indeks Hang Seng melemah 291,76 poin atau 1,12 persen ke 25.768,08. Sementara indeks Strait Times justru menguat 20,64 poin atau 0,42 persen ke 4.911,50. (*)