2 Gajah Sumatera di Solo Safari Mati Mendadak, Pemkot Lakukan Inventarisasi Hewan
Kebun Binatang Solo Safari. (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah meminta pengelola perusahaan daerah (Perusda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) melakukan evaluasi dan inventarisasi semua hewan yang ada di Solo Safari.
Hal itu dilakukan menyusul matinya dua gajah sumatera koleksi Solo Safari dalam kurun Juli sampai Agustus 2024.
Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Sekda Solo terkait persoalan tersebut. Sejauh ini TSTJ juga belum membuat laporan.
“Sudah diskusi dengan sekda (Budi Murtono), dari pihak TSTJ belum laporan, saya masih menunggu laporan,” ujar Teguh saat ditemui di Mapolresta Surakarta, Jumat (23/8).
Baca juga:
2 Koleksi Gajah Sumatera Mati Mendadak, Solo Safari Tambah Dokter Hewan
Menurutnya, kematian dua gajah tersebut merupakan suatu keanehan. Terlebih Solo Safari tidak hanya kebun binatang, tetapi konservasi.
“Namanya konservasi itu ada binatang-binatang langka dan sebagainya. Binatang-binatang yang dilindungi dan sebagainya. Maka saya minta ada laporan dari perusda TSTJ,” kata dia.
Dia mengaku baru mengetahui persoalan ini kemarin. Hasil diskusi dengan Sekda menyepakati menunggu hasil laporan TSTJ sebagai penanggungjawab.
“Nanti kita tunggu laporan TSTJ dulu melaporkan kondisinya, baru pihak ketiga Solo Safari turut menjelaskan,” katanya.
Baca juga:
Kuda Nil Dikasi Makan Plastik, Taman Safari Bogor Ingatkan Pengunjung UU Perlindungan Satwa
Teguh juga meminta pihak TSTJ melakukan inventarisasi semua hewan yang ada di Solo Safari. Setelah itu, akan diketahui hewan milik TSTJ yang dititipkan di Solo Safari ada berapa ekor.
“Apakah itu (dua gajah mati) binatangnya sana (Solo Safari), apa binatangnya Pemkot Solo (TSTJ). Dijelaskan pada media agar masyarakat juga tahu, apa yang salah dalam pengelolaan Taman Safari Indonesia (pihak ketiga),” pungkasnya.
Diketahui, Solo Safari dulunya bernama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Kemudian masuk investor yakni Taman Safari Indonesia yang melakukan revitalisasi dengan mengubah nama Solo Safari sampai sekarang. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Berita Terkait
Dana Hibah Dikirim ke Rekening Pribadi, Ini Pengakuan Keraton Surakarta
Jadi Pelaksana Keraton Solo, Tedjowulan Minta 2 Raja Kembar Serahkan Penguasaan Aset
Satnarkoba Polresta Solo Sita 1 Kilogram Sabu dari Jaringan Lintas Provinsi
Keluarkan SK Buat Tedjowulan, Kubu PB XIV Purbaya Ancam Gugat Menteri Fadli Zon di PTUN
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Banjir, Perjalanan KA Banyubiru Ekspres Solobalapan Dibatalkan
Traktir Makan 2 Raja Kembar Keraton Surakarta, Wapres Gibran Titip Jaga Solo
ASN Solo Mulai WFA, Walkot Respati Sebut Hemat Anggaran Operasional Kantor 29 Persen
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
Selama Libur Nataru, Bandara Adi Soemarmo Layani 60.782 Penumpang