"GUE harus kurus, gue harus rajin olahraga" sekilas resolusi tahun baru ini terlihat sederhana. Cuma harus rajin olahraga lalu berat badan bisa turun dengan sendirinya. Tapi kenyataannya setelah tahun berganti, tiba-tiba resolusi tahun baru hanya menjadi wacana belaka.
Mengejutkannya ada tanggal angker di mana banyak orang mulai berhenti menjalankan resolusi tahun baru. Melansir laman Fox News, tanggal 12 Januari 2019 yang jatuh pada Sabtu ialah tanggal 'angker' yang menggagalkan resolusi tahun baru.
Hal tersebut dibuktikan melalui Penelitian yang dilakukan oleh Strava, jaringan sosial untuk para atlet. Penelitian tersebut menemukan bahwa Sabtu, 12 Januari ialah hari yang menentukan untuk resolusi Tahun Baru.
Setelah menganalisis lebih dari 31,5 juta aktivitas global online Januari lalu, Strava mampu menentukan tanggal ketika kebanyakan orang melaporkan kegagalan resolusi mereka. Ya, jawabannya ialah 12 Januari.
1. Hanya 8% orang yang sukses menjalankan resolusi tahun baru
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Scranton, hanya 8% orang yang mencapai resolusi Tahun Baru mereka. Sementara sekitar 80% orang gagal untuk mempertahankan resolusi Tahun Baru.
Kata psikolog klinis A. Luciani, sekitar 55% dari resolusi Tahun Baru berkaitan dengan masalah kesehatan. Contohnya lebih rajin olahraga, mengonsumsi makanan sehat.
Lalu enggak sedikit yang memiliki resolusi tahun baru untuk melunasi hutang cicilan. Demikian menurut jurnal sains The Personality and Social Psychology Bulletin.