MERAHPUTIH.COM - PARTAI Golkar berencana menggelar rapat pleno paling lambat pada Selasa (13/8) untuk menentukan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. Hal itu dilakukan setelah Airlangga Hartarto mundur dari posisi Ketum Golkar.
"Tetapi memang akan dilakukan secepatnya mungkin dalam 1-2 hari ini agar roda organisasi kita juga bisa berjalan dengan baik," kata Ketua Bidang Hukum DPP Golkar Adies Kadir di kantor Golkar Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Minggu (11/8).
Kata Adies, nantinya dalam pleno akan menentukan siapa pelaksana tugas yang ditunjuk untuk menggantikan sementara Airlangga guna menjalankan kegiatan-kegiatan Partai Golkar berikutnya. "Kalau secara konstitusi mestinya Plt bisa mengawal sampai dengan proses munas," tuturnya.
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan setidaknya ada 11 nama yang kini menjabat Wakil Ketua Golkar yang berpeluang menjadi Plt Ketum Golkar. Mereka ialah Kahar Muzakir, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Agus Gumiwang Kartasasmita, Hetifah Sjaifudian, Rizal Mallarangeng, Melchias Markus Mekeng, Roem Kono, Nurul Arifin, Firman Soebagyo, Dito Ariotedjo, dan Bambang Soesatyo.
Baca juga:
"Kami punya 11 wakil ketua umum. Nah, tentu wakil ketua umum ini yang nanti akan dimusyawarakan di dalam rapat pleno untuk ditetapkan menjadi pelaksana tugas ketua umum DPP Partai Golkar," urainya.
Plt Ketua Umum Golkar nantinya akan memimpin Golkar hingga musyawarah nasional (munas) Golkar. Jadwal munas pun akan diputuskan dalam rapat pleno, apakah akan tetap sesuai jadwal pada Desember mendatang atau lebih cepat.
Ahmad Doli memastikan roda organisasi Partai Golkar akan tetap berjalan, meski Airlangga Hartarto mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
"Jadi insya Allah juga saya sampaikan kepada seluruh kader keluarga besar Partai Golkar, insya Allah roda organisasi Partai Golkar kita ini yang kita cintai akan tetap terus berjalan," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Pemilihan Plt Ketum Golkar, Meutya Hafid Minta tak Gunakan Sistem Voting

