Kesehatan

10 Ribu Langkah per Hari tidak Bantu Turunkan Berat Badan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 18 Desember 2020
10 Ribu Langkah per Hari tidak Bantu Turunkan Berat Badan

Ternyata tidak efektif menurunkan berat badan. (Foto: Unsplash/Chander R)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU selama ini kita mengira jalan kaki bisa menurunkan berat badan, tampaknya keliru. Baru-baru ini penelitian yang dilakukan oleh Universitas Brigham Young, AS, menyebutkan bahwa berjalan kaki 10 ribu langkah sehari tidak mencegah penambahan atau menurunkan berat badan. Kok bisa, ya?

Selama beberapa tahun terakhir, 10 ribu langkah menjadi sebuah 'standar' bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Berangkat dari hal tersebut, para peneliti dari Departemen Ilmu Olahraga yang bekerja sama dengan Departemen Ilmu Nutrisi, Diet, dan Ilmu Pangan di Universitas Brigham Young (BYU) melakukan sebuah penelitian.

Mereka menganalisis 120 mahasiswa baru perempuan selama enam bulan pertama kuliah dan menginstruksikan untuk berjalan 10 ribu, 12.500 atau 15 ribu langkah enam kali dalam seminggu. Kegiatan ini akan mereka lakukan selama 24 minggu ke depan. Selain menghitung langkah-langkahnya, para peneliti juga melacak asupan kalori dan berat badan mahasiswa tersebut.

Baca juga:

Kapan Sepatu Lari Harus Diganti?

10 Ribu Langkah per Hari Tidak Bantu Turunkan Berat Badan
Olahraga saja tidak cukup. (Foto: Unsplash/Jenny Hill)


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah jumlah langkah yang direkomendasikan 10 ribu langkah per hari akan meminimalisasi penurunan berat badan. Melansir laman Science Daily, jumlah langkah yang dilakukan para mahasiswa tidak membantu menurunkan berat badan. Bahkan hal ini juga tidak berlaku pada mereka yang berjalan 15 ribu langkah sehari.

Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa pada akhir periode, para mahasiswa ini rata-rata malah naik berat badan sebesar 1,5 kilogram.

“Latihan atau olahraga saja tidak selalu menjadi cara paling efektif untuk menurunkan berat badan. Jika kamu menghitung jumlah langkah, mungki bermanfaat dalam meningkatkan aktivitas fisik, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa hal itu tidak berarti mempertahankan berat badan atau mencegah penambahan berat badan,” kata Bruce Bailey, Profesor Ilmu Olahraga di BYU.

Baca juga:

3 Sepatu Lari Terbaik, Ada yang Pecahkan Rekor Maraton

10 Ribu Langkah per Hari Tidak Bantu Turunkan Berat Badan
Ada manfaat kesehatan lainnya yang kamu dapatkan. (Foto: Unsplash/Flo Karr)


Eits tapi kamu jangan kecewa dulu. Meskipun tidak berpengaruh ke berat badan, peningkatan jumlah langkah memberikan dampak positif secara keseluruhan pada pola aktivitas fisik, seperti mendatangkan manfaat bagi emosional dan kesehatan lainnya.

“Manfaat terbesar dari rekomendasi langkah ini adalah membuat orang keluar dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Meskipun itu tidak akan mencegah penambahan berat badan, tapi lebih banyak langkah selalu lebih baik untuk kamu,” tutup Bruce. (and)

Baca juga:

Lari Pagi Efektif Menurunkan Berat Badan? Ini Kata Dokter

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan