1 Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano: Banjir, Macet, dan Polusi Masih Jadi PR

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Februari 2026
1 Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano: Banjir, Macet, dan Polusi Masih Jadi PR

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Genap satu tahun memimpin ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno mengakui persoalan klasik Jakarta seperti banjir dan kemacetan masih belum sepenuhnya teratasi.

Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Pramono menegaskan bahwa sejumlah masalah mendasar masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," ujar Pramono di Jakarta, Jumat (20/2).

Baca juga:

Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal DIbuka 22 Februari, Cek Kota Tujuan dan Syarat Lengkapnya!

Selain persoalan banjir dan macet, Pramono juga menyinggung janji kenaikan insentif bagi pengurus RT/RW yang belum terealisasi. Ia menjelaskan, pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dalam APBD 2026 sebesar Rp15 triliun mempersempit ruang fiskal Pemprov DKI.

"Yang belum adalah yang saya janjikan pada waktu itu, hal yang berkaitan dengan insentif untuk RT/RW. Karena kemarin dana kita kan DBH-nya dipotong 15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit. Tetapi saya akan tetap menindaklanjuti itu dalam waktunya segera akan kita inikan," katanya.

Program pemasangan CCTV di setiap RT/RW juga belum berjalan sesuai rencana. Namun, Pramono memastikan program tersebut akan mulai dilaksanakan tahun ini.

"Program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi," tambahnya.

Secara umum, ia menilai sebagian besar program kerja telah terealisasi, meski masih terdapat sejumlah kekurangan.

"Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan, tapi memang minor bangetlah ada," lanjutnya.

Baca juga:

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno Ungkap Kemacetan Jakarta dan Sekitarnya Sebabkan Kerugian Rp 100 Triliun Tiap Tahun

Rano Karno menambahkan, dari 40 program yang dicanangkan, sekitar 97 persen telah selesai direalisasikan. Tersisa tiga poin yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Menurut Rano, APBD 2026 akan menjadi pijakan untuk menjalankan program lanjutan dengan fokus pada tiga persoalan besar: banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Untuk penanganan banjir, Pemprov DKI mulai melakukan pembebasan lahan di sejumlah titik bantaran Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung guna mendukung normalisasi sungai.

"Untuk itu, saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerjasama. Artinya, kalau kita tidak bisa bekerjasama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," ujar Rano.

Terkait kemacetan, Rano menilai penambahan jalan bukan lagi solusi. Pemprov DKI memilih memperluas layanan Transjabodetabek sebagai alternatif transportasi massal. Saat ini telah beroperasi tujuh rute dan dalam waktu dekat akan diresmikan rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga:

Jurus Pramono Tangani Banjir Jakarta, Bakal Normalisasi Kali Cakung Lama dan Bangun Waduk di Kali Angke

Sementara untuk pengentasan kemiskinan, berbagai program subsidi dan bantuan sosial tetap berjalan, termasuk layanan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, meski membutuhkan anggaran besar.

"Jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini kami sudah mempunyai program. Apa yang akan kita lakukan? Tentu program itu kita lakukan tahun per tahun. Walaupun periode kita lima tahun. Nah kemudian baru kita bisa evaluasi setelah saat kita selesai," pungkasnya. (Asp)

#Pramono Anung-Rano Karno #Pemprov DKI Jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Wakil Gubernur DKI Jakarta #Kemacetan Jakarta #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah CCTV dimatikan saat demo 27 Agustus 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Indonesia
Demo di DPR/MPR Ricuh, Pramono Anung Soroti Perusakan Fasum dan CCTV
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan perusakan fasum dan CCTV saat demo di DPR/MPR. Ia menegaskan aksi unjuk rasa tetap diperbolehkan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
Demo di DPR/MPR Ricuh, Pramono Anung Soroti Perusakan Fasum dan CCTV
Indonesia
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan diresmikan 26 Agustus 2026. Tarif sementara tetap Rp 5.000 hingga Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
Indonesia
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa angka tarif parkir hingga Rp60.000 per jam bukan berasal dari Pemerintah Provinsi.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Indonesia
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan diresmikan Prabowo pada 26 Agustus. Layanan ini diproyeksikan melayani hingga 80 ribu penumpang per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp 5,8 miliar untuk korban gempa NTT. Distribusi bantuan segera dilakukan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Indonesia
Jakarta Bersiap Jadi Ruang Biodiversitas Nusantara, FLONA 2026 Targetkan 70.000 Pengunjung
FLONA 2026 digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, pada 28 Agustus–27 September. Mengusung tema Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Jakarta Bersiap Jadi Ruang Biodiversitas Nusantara, FLONA 2026 Targetkan 70.000 Pengunjung
Indonesia
Sempat Optimistis Groundbreaking September 2025, Kini Pramono Belum Bisa Pastikan Nasib Giant Sea Wall Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum memastikan groundbreaking Giant Sea Wall pada September 2026. Pemprov DKI masih menunggu arahan pemerintah pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Sempat Optimistis Groundbreaking September 2025, Kini Pramono Belum Bisa Pastikan Nasib Giant Sea Wall Jakarta
Indonesia
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Pramono Anung menyebut hujan yang mengguyur Jakarta pada Rabu (19/8) merupakan hasil operasi modifikasi cuaca BPBD DKI. Memanfaatkan awan Cumulus Congestus.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Bagikan