Kesehatan

1 dari 36 Anak Dilaporkan Autistik

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 28 Maret 2023
1 dari 36 Anak Dilaporkan Autistik

Menurut sebuah laporan yang dirilis di Morbidity and Mortality Weekly Report, 1 dari 36 anak memiliki autisme. (foto: unsplash_peter burdon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TINGKAT autisme di seluruh dunia terus meningkat. Untuk pertama kalinya, demografi anak-anak yang didiagnosis dengan disabilitas perkembangan mulai bergeser secara besar-besaran. Hal itu diketahui berdasarkan data baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).


Menurut sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (23/3) di Morbidity and Mortality Weekly Report, 1 dari 36 anak atau 2,8 persen populasi memiliki autisme. Perkiraan baru itu didasarkan pada informasi yang dikumpulkan pada anak-anak berusia 8 tahun di 11 komunitas pada 2020 oleh jaringan Autism and Developmental Disabilities Monitoring atau ADDM.

BACA JUGA:

Algoritma dapat Menemukan Tanda Autisme pada Bayi

Seperti dilansir Disability Scoop, hasil dari analisis serupa yang dirilis pada akhir 2021 berdasarkan data 2018 telah menetapkan prevalensi autisme pada 1 dari 44 anak. Sebagai perbandingan, pada 2000, angkanya adalah 1 banding 150. “Kami menduga hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran sehingga lebih banyak anak diidentifikasi dengan autisme,” ungkap Direktur CDC’s National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities Dr Karen Remley.

autisme
IData baru menunjukkan ada kesadaran yang lebih baik akan autisme, terutama di kalangan komunitas minoritas. (foto: unsplash_Caleb woods)


Untuk menilai prevalensi autisme, dokter mencari catatan untuk mengidentifikasi anak-anak di banyak komunitas yang diteliti yang telah didiagnosis dengan autisme oleh penyedia layanan kesehatan setempat atau yang telah diklasifikasikan memiliki disabilitas perkembangan oleh sistem pendidikan khusus. Data terbaru juga mengungkapkan perubahan besar dalam demografi anak dengan autisme.


Untuk pertama kalinya, persentase anak berusia 8 tahun berkulit hitam, Hispanik, dan Asia atau Kepulauan Pasifik dengan autisme lebih tinggi daripada anak kulit putih. Hal itu, menurut pejabat CDC, mungkin merupakan tanda bahwa upaya untuk meningkatkan skrining, kesadaran, dan akses ke layanan di antara populasi tradisional tercapai.

BACA JUGA:

Perangkat AI Bantu Diagnosis Autisme pada Anak


Remley juga menunjukkan bahwa data tersebut tidak mewakili seluruh AS. Namun, ia mencatat bahwa mereka mengamati pola yang konsisten di 11 komunitas yang tergabung dalam Autism and Developmental Disabilities Monitoring.


Laporan tersebut juga menandai pertama kalinya tingkat autisme di antara anak perempuan berusia 8 tahun telah melampaui 1 persen, meski prevalensi di antara anak laki-laki tetap empat kali lebih tinggi. Kepala Petugas Sains di Autism Science Foundation Alycia Halladay mengatakan data baru menunjukkan ada kesadaran yang lebih baik akan autisme, terutama di kalangan komunitas minoritas.

autisme
Laporan tersebut juga menandai pertama kalinya tingkat autisme di antara anak perempuan berusia 8 tahun telah melampaui 1 persen.(foto: unsplash_Robo Wunderkind)


Namun, mengingat sebagian besar anak berkulit hitam dengan autisme juga memiliki disabilitas intelektual lainnya dan amat mungkin memiliki gejala yang lebih jelas, dia menekankan masih ada banyak hal yang harus dihadapi.(dsh)

BACA JUGA:

Kenali Autisme, Berikut 8 Faktanya

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan