Lingkungan

1 dari 3 Tanaman di Bumi Terancam Punah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 14 September 2021
1 dari 3 Tanaman di Bumi Terancam Punah

Pohon tropis besar di hutan dipterocarps hilang akibat perluasan perkebunan kelapa sawit. (Foto: geocities)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MULAI dari pohon ek dan magnolia yang terkenal hingga pohon kayu tropis. Setidaknya satu dari tiga atau sekitar 30 persen spesies pohon dunia menghadapi kepunahan di alam liar. Demikian menurut penilaian baru.

Para ahli mengatakan 17.500 spesies pohon terancam. Ini merupakan dua kali lipat jumlah mamalia, burung, amfibi, dan reptil yang terancam digabungkan.

Kelompok konservasi menyerukan upaya perlindungan mendesak di tengah ancaman seperti deforestasi, penebangan dan perubahan iklim.

"Kami memiliki hampir 60.000 spesies pohon di planet ini, dan untuk pertama kalinya kami sekarang tahu spesies mana yang membutuhkan tindakan konservasi, apa ancaman terbesar bagi mereka dan di mana mereka berada," kata Dr Malin Rivers dari badan amal Botanic Gardens Conservation International di Kew, London.

Baca juga:

Pohon Ribuan Tahun Ini Jadi Wisata Favorit di Tiongkok

1 dari 3 Tanaman di Bumi Terancam Punah
Pohon ebony hampir punah karena ditebang untuk diambil kayunya di Madagaskar. (Foto: ventured)

Untuk bumi yang sehat, kita membutuhkan keanekaragaman spesies pohon, tambah Sara Oldfield, ketua bersama Kelompok Spesialis Pohon Global dari Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

"Setiap spesies pohon memiliki peran ekologis yang unik untuk dimainkan. Dengan 30 persen spesies pohon dunia terancam punah, kita perlu segera meningkatkan tindakan konservasi," katanya seperti diberitakan bbc (31/8).

Laporan State of the World's Trees menemukan, setidaknya 30 persen dari 60.000 spesies pohon yang diketahui menghadapi kepunahan. Sekitar 142 spesies telah punah dari alam liar, sementara 442 berada di ambang kepunahan, dengan kurang dari 50 pohon individu yang tersisa.

Pohon yang memiliki risiko kepunahan tertentu meliputi:

1. Pohon tropis besar yang dikenal sebagai dipterocarps yang hilang karena perluasan perkebunan kelapa sawit.

2. Pohon ek hilang karena pertanian dan pembangunan di beberapa bagian Meksiko, Chili, dan Argentina.

3. Pohon ebony dan rosewood ditebang untuk diambil kayunya di Madagaskar.

4. Pohon magnolia terancam dari pengumpulan tanaman yang tidak berkelanjutan.

5. Pohon seperti Fraxinus atau ash tree yang mati karena hama dan penyakit di Inggris dan Amerika Utara.

Ancaman terbesar terhadap pohon secara global adalah pembukaan hutan untuk tanaman (berdampak pada 29 persen spesies), penebangan (27 persen), pembukaan untuk penggembalaan ternak atau pertanian (14 persen), pembukaan untuk pembangunan (13 persen), dan kebakaran (13 persen).

Baca juga:

Konfigurasi Melingkar Pohon di Jepang Buatan Alien?

1 dari 3 Tanaman di Bumi Terancam Punah
Pohon ek hilang karena pertanian dan pembangunan di beberapa bagian Amerika Selatan. (Foto: lovethegarden)

Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut semakin mengancam pohon, tetapi peneliti mengatakan dengan tindakan konservasi, ada harapan untuk masa depan.

"Laporan tersebut memberi kami peta jalan untuk memobilisasi komunitas konservasi yang lebih luas dan pemain kunci lainnya untuk memastikan bahwa konservasi pohon berada di garis depan agenda konservasi," kata Rivers.

Para ahli menyerukan sejumlah tindakan, termasuk:

1. Melestarikan hutan yang ada dan memperluas kawasan lindung (saat ini setidaknya 64 persen dari semua spesies pohon dapat ditemukan di setidaknya satu kawasan konservasi).

2. Memelihara spesies yang terancam punah di kebun raya atau bank benih dengan harapan suatu hari mereka dapat dikembalikan ke alam liar (saat ini sekitar 30 persen dari semua pohon dicadangkan dengan cara ini).

3. Memberikan edukasi untuk memastikan skema penghijauan dan penanaman pohon dilakukan secara ilmiah, dengan pohon yang tepat di tempat yang tepat, termasuk spesies langka dan terancam punah.

4. Meningkatkan pendanaan untuk konservasi pohon.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa satu juta hewan dan spesies tumbuhan terancam punah. Selama 300 tahun terakhir, luas hutan dunia telah berkurang sekitar 40 persen dan 29 negara telah kehilangan lebih dari 90 persen tutupan hutannya.

Penelitian menunjukkan, tujuh komoditas utama mendorong lebih dari setengah deforestasi di seluruh dunia. (aru)

Baca juga:

Ketika Seniman Jalanan Memadukan Tanaman dan Grafiti

#Pohon #Kerusakan Lingkungan #Bumi #Pelestarian Lingkungan #Peduli Lingkungan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Namun, keberanian itu harus dibarengi dengan transparansi alokasi dana denda agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Indonesia
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
28 perusahaan perusak hutan diminta bertanggung jawab. Pencabutan izin yang dilakukan Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai belum cukup.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab
Indonesia
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Anggota Komisi IV DPR RI menegaskan tambang ilegal di kawasan hutan tak bisa ditoleransi. Data Kementerian Kehutanan mencatat 191.790 hektare tambang ilegal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Tambang Ilegal Marak di Kawasan Hutan, DPR Minta Sanksi Pidana hingga Pemulihan Ekologis
Indonesia
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Inggris berkomitmen membantu Indonesia melestarikan ekosistem di 57 taman nasional. Komitmen ini disampaikan saat Presiden Prabowo bertemu Raja Charles III di London.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Indonesia
Dinilai Tegas Lindungi Lingkungan, DPR Dukung Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan
Anggota Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan perusak lingkungan penyebab banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Dinilai Tegas Lindungi Lingkungan, DPR Dukung Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan
Indonesia
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Presiden RI, Prabowo Subianto, mencabut izin 28 perusahaan penyebab banjir di Sumatra. Berikut adalah daftar lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
Informasi ilmiah sahih sangat penting guna memberikan masukan bagi pemerintah dalam merancang intervensi relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
Indonesia
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, agar mencabut izin perusahaan perusak hutan.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Indonesia
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Presiden RI, Prabowo Subianto, angkat bicara soal bencana Sumatra. Ia meminta jangan menebang pohon sembarangan dan menjaga alam sebaik-baiknya.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Prabowo Angkat Suara soal Bencana Sumatra: Jangan Tebang Pohon Sembarangan dan Jaga Alam Sebaik-baiknya
Indonesia
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Kementerian Kehutanan menduga adanya aktivitas ilegal di hutan, yang menjadi penyebab bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Soal Kerusakan Hutan, Kemenhut Duga Ada Aktivitas Ilegal yang Jadi Penyebab Bencana Sumatra
Bagikan