1,4 Juta Toko di Jakarta Sudah Gunakan QR Code Buat Transaksi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Agustus 2021
1,4 Juta Toko di Jakarta Sudah Gunakan QR Code Buat Transaksi

Transaksi QR Code. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia Kantor Wilayah Jakarta mencatat, sebanyak 1,4 juta toko di Ibu Kota telah memanfaatkan sistem pembayaran berbasis digital atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dari target sekitar 2,2 juta toko akhir 2021.

"QRIS bisa dipakai di berbagai usaha apapun apalagi usaha kecil,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam diskusi perluasan QRIS pada forum Jakreatifest di Jakarta, Senin (31/8).

Baca Juga:

QR Code Sertifikat Vaksin Diyakini Sulit Dipalsukan

BI meminta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi sistem pembayaran tersebut. BI selaku regulator memberikan relaksasi di antaranya gratis biaya transaksi (Merchant Discount Rate/MDR) hingga Desember 2021. Sebelumnya, MDR yang dibebankan kepada toko UMKM sebesar 0,4 persen setiap transaksi dan untuk umum sebesar 0,7 persen.

Ia mengatakan, QRIS juga memudahkan pencatatan transaksi hingga dapat menjadi data/basis transaksi dalam laporan keuangan.

"Bank kalau memberikan kredit, akan melihat proses usahanya bagaimana? Ini sudah terjadi di Thailand, bank memberikan kredit kepada UMKM tidak berdasarkan agunan nanti pakai data transaksi,” katanya.

Sementara itu, untuk batas transaksi juga sudah dinaikkan dari awalnya setiap transaksi Rp 2 juta saat ini menjadi Rp 5 juta.

Transaksi E-Commerce. (Foto: Antara)
Transaksi E-Commerce. (Foto: Pixabay)

Bank sentral mengakui masih mengalami sejumlah kendala penerapan QRIS di DKI Jakarta, di antaranya terkait sinyal terutama usaha yang berada di lantai bawah tanah. Sehingga, BI bikin penguat sinyal.

Selain sinyal, beberapa pasar induk di Jakarta juga belum menggunakan QRIS karena setiap transaksi dalam jumlah besar di atas Rp 10 juta, sedangkan minimal transaksi di QRIS baru Rp5 juta. Begitu juga dengan mal/pusat perbelanjaan dengan nominal transaksi besar sehingga sebagian besar menggunakan kartu kredit/debit.

"Kami nanti cocokkan kemampuan sekali transaksi QRIS untuk membeli barang itu berapa dan QRIS ini segmennya dimana. Tidak semua alat pembayaran itu cocok di semua segmen," katanya dikutip Antara.

Baca Juga:

Fitur QR Code di Aplikasi Pedulilindungi bisa untuk Check-in di Bandara

#Bank Indonesia #Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Bagikan