MerahPutih Nasional - Penolakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva untuk mengikuti seleksi wawancara Pansel Hakim MK membuat Yusril Ihza Mahendra angkat bicara. Yursril mengatakan, posisi Hamdan serba salah ketika mengikuti atau tidak mengikuti seleksi hakim MK tersebut.
"Kalau saya jadi Hamdan, sayapun akan memilih lebih baik tidak usah jadi hakim MK lagi. Jabatan hakim itu berat," kata Yusril, Kamis (25/12).
Menuru Yursil, banyak fitnah dan godaan bagi seorang hakim. Untuk menguatkan argumentasinya itu, Yusril kembali mengingatkan perkataan Nabi Muhammad SAW. Menurut Yusril, sabda nama Muhammad SAW tersebut menyebutkan bahwa apabila ada tiga hakim, maka hanya satu hakim yang masuk surga dan hakim masuk neraka.
"Apalagi Hamdan sudah beda pendapat dengan Presiden Jokowi mengenai keberadaan Todung Mulya Lubis dan Refly Harun, dua advokat yang duduk di Pansel," pungkas Yusril.
Pernyataan Yusril ini merupakan tanggapan atas sikap Hamdan yang menolak ikut seleksi wawancara dan prosedur Pansel MK yang mengharuskan semua calon Hakim MK mengikuti proses yang diterapkan Pansel. Hamdan sendiri sudah menyatakan menolak mengikuti tahapan wawancara seleksi hakim MK.
Hamdan beralasan menolak mengikuti seleksi karena dia merasa sudah pernah menjalaninya saat menjadi calon hakim MK pada tahun 2010 lalu. Maka hasil seleksi tahun 2010 dan rekam jejaknya selama menjadi hakim konstitusi sudah cukup untuk menjadi bahan penilaian Pansel. (MP/HUR)