SEBENARNYA tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika seorang perempuan menginjak usia 30 tahun. Banyak hal yang terjadi pada umur itu. Perubahan di dalam tubuh pasti terjadi dan tidak dapat dihindari.
Yang pasti terjadi adalah perubahan masa menstruasi dan berbagai faktor di dalamnya. Menurut profesor obstetriks dan ginekolog, Jessica Shepherd dari University of Illinois College of Medicine, ketika perempuan menginjak umur 35 tahun terjadi perubahan tingkatan estrogen dan progesteron yang mempengaruhi siklus di dalam tubuh.
Siklus menstruasi bisa pendek atau panjang, ringan atau berat, dan sebentar atau lama dari biasanya. Namun kadang terjadi hal-hal yang luar biasa seperti masalah tiroid yang membuat siklus menstruasi menjadi kacau.
Pada usia 30-an ini seorang perempuan memasuki masa perimenopos. Ini merupakan waktu masa transisi menuju menopos.
Hal berubah lainnya adalah warna pada bulu kemaluan yang cenderung menjadi seperti uban. Ini wajar saja dan tidak usah dipusingkan.
Yang paling tidak menyenangkan pada semua perempuan adalah bobot badan. Dalam usia ini kenaikan berat badan hanya sedikit berbeda pada ketika berusia 20-an tahun.
Bagi perempuan yang melahirkan bayi secara normal akan mengalami sedikit kerusakan pada otot atau syaraf yang mengontrol urin. Ini menyebabkan hanya tertawa, bersin atau membungkuk akan mengeluarkan sedikit urin. Untuk memperbaikinya adalah dengan melatih otot dan mengontrol urin.
Pada umur 30-an perempuan lebih menikmati aktivitas seksual ketimbang usia sebelumnya, seperti yang dituliskan dalam jurnal Personality and Individual Differences. Riset yang dimuat dalam jurnal itu juga menuliskan bahwa antara umur 27 hingga 45 tahun lebih banyak memikirkan seksual, fantasi dan seksual dalam artian umum lainnya.
Pada umur 30-an tahun itu seorang perempuan sudah tidak mencari-cari pasangannya lagi. Kebanyakan sudah nyaman dengan pilihannya. (psr)