WHO Nyatakan 15 Ribu Korban Serangan Israel di Gaza Butuh Segera Operasi Amputasi
Rabu, 15 Oktober 2025 -
MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan tingkat tinggi di kota resor Mesir, Sharm el-Sheikh.
Pertemuan yang mempertemukan para pemimpin dunia ini untuk mendapatkan dukungan internasional bagi rencana gencatan senjata Gaza dari Trump.
Pada fase pertama rencana tersebut, Hamas membebaskan 20 tahanan Israel, sementara Israel membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, pasukan Israel menarik diri dari wilayah yang padat penduduk, dan bantuan kemanusiaan mulai berdatangan ke Jalur Gaza.
Baca juga:
Tiba di Indonesia Usai KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Yakin Capai Perdamaian Keseluruhan
Fase selanjutnya mencakup pelucutan senjata Hamas, pembentukan mekanisme pemerintahan teknokrat sementara, dan penempatan Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) untuk memastikan keamanan perbatasan.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan situasi kesehatan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, di mana lebih dari 15.600 pasien membutuhkan evakuasi medis segera dan harus diamputasi akibat perang baru-baru ini.
Organisasi di bawah PBB itu juga menyerukan pemantauan ketat terhadap wabah virus dan penyakit yang berpotensi menyebar akibat situasi kesehatan yang memburuk dan infrastruktur yang hancur.
WHO juga menekankan pentingnya membuka kembali koridor medis ke luar Jalur Gaza guna memastikan pasien mendapat akses ke perawatan khusus dan layanan medis darurat.
WHO memperingatkan bahwa krisis kesehatan dan kemanusiaan di wilayah kantong Palestina itu akan semakin parah jika penutupan dan keterlambatan dalam penyediaan bantuan medis terus berlanjut.
Pada Senin (13/10), gerakan Palestina Hamas membebaskan sisa 20 sandera yang masih terakhir yang ditahan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Israel.
Sementara itu, Kantor Media Tahanan Palestina mengonfirmasi Israel telah membebaskan 1.718 tahanan Palestina yang ditahan di Gaza dan 250 tahanan lain yang menjalani hukuman penjara di Tepi Barat yang diduduki Israel, Yerusalem, dan luar negeri. (*)