MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. Hal itu dikarenakan adanya potensi gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia pada 21-22 Januari 2024
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, dikutip dari ANTARA, Minggu (21/1).
Baca juga: Berpotensi Turun Hujan di Mayoritas Wilayah Indonesia Hari ini
>Eko mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan 6-30 knot
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Seram, Perairan Selatan Sorong, Perairan Fakfak-Kaimana, Perairan Sermata-Tanimbar, dan Perairan Kep. Kai-Aru," paparnya.
Kondisi tersebut pun menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur.
Kemudian, Selat Bali-Badung-Lombok-Alas bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, perairan timur Kepulauan Bintan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Sumbawa, perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan Utara Flores.
Baca juga: Suhu Diprediksi Bakal Makin Panas di 2024
Sementara untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2,5 hingga 4,0 meter, berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro hingga Bitung, Laut Maluku bagian utara, Laut Banda, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram bagian timur, perairan utara Kepulauan Tanimbar, perairan utara Papua Barat hingga Papua , perairan Sorong Selatan, perairan Fakfak, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
Eko pun meminta agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran perahu nelayan jika kecepatan angin lebih dari 15 knot. Kemudian, tinggi gelombang di atas 1,25 meter dan kapal tongkang bila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Lalu, kapal feri jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter. (*)
Baca juga: Siklon Tropis Anggrek Mulai Melemah dan Menjauh dari Indonesia