Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Wapres Amerika Serikat JD Vance akan Pimpin Delegasi AS Berunding dengan Iran di Islamabad

Dwi Astarini - Kamis, 09 April 2026

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengirim tim negosiator untuk berunding dengan Iran yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance. Tim tersebut akan berangkat ke Pakistan untuk melakukan perundingan. Putaran pertama negosiasi akan berlangsung pada Sabtu (11/4). Demikian disampaikan pihak Gedung Putih, Kamis (9/4).

Dari pihak Iran, dengan sejumlah pemimpin politik senior Iran tewas dalam perang, delegasi diperkirakan akan dipimpin Ketua Parlemen sekaligus mantan Komandan Garda Revolusi Mohammad Baqer Qalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi. Kantor berita Iran Tasnim mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, memperingatkan bahwa Iran akan menarik diri dari gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

Konfirmasi mengenai perundingan tersebut muncul setelah rasa lega atas gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berubah menjadi kekhawatiran karena pertempuran masih terus berlangsung di berbagai wilayah. Israel melancarkan serangan terbesarnya sejauh ini terhadap Lebanon, sedangkan Iran menyerang fasilitas minyak negara-negara tetangga di Teluk.

Ketika Israel dan Amerika Serikat menghentikan serangan mereka terhadap Iran, Israel justru meningkatkan perang paralelnya dengan kelompok Hezbollah yang bersekutu dengan Iran di Lebanon. Israel melancarkan serangan paling beratnya sejauh ini, menimbulkan kolom asap besar di atas Beirut ketika sejumlah bangunan runtuh.

Baca juga:

Indonesia Harap Gencatan Senjata Iran dan AS Berlanjut ke Upaya Damai Permanen



Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan gencatan senjata AS-Iran tersebut tidak mencakup Hezbollah dan bahwa Israel akan terus menyerang mereka. Netanyahu menyatakan Israel telah mencapai banyak tujuan dalam perang melawan Iran, tetapi masih ada beberapa target lain yang harus dicapai. Ia mengatakan tujuan tersebut dapat dicapai melalui kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran atau dengan melanjutkan kembali kampanye militer, seraya menegaskan Israel siap menarik pelatuk dan siap kembali bertempur kapan saja.

Layanan pertahanan sipil Lebanon menyatakan 254 orang tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu. Jumlah korban tertinggi terjadi di ibu kota Beirut, dengan serangan Israel menewaskan 91 orang. Penduduk setempat mengatakan beberapa serangan Israel terjadi tanpa peringatan seperti biasanya. Akibatnya, warga sipil tidak dapat mengungsi.

Pasar keuangan global sempat naik setelah Trump mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa malam, dua jam sebelum batas waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade atau menghadapi penghancuran seluruh peradabannya. Meski ada kekhawatiran mengenai ketahanan gencatan senjata tersebut, harga minyak mentah Brent, yang telah naik lebih dari 50 persen sejak perang dimulai, turun sekitar 14 persen pada hari itu menjadi USD 95,20 per barel.(dwi)

Baca juga:

Gencatan Senjata, Iran Tetap Waspada dan Siap Membalas jika Diserang

Baca Artikel Asli