Varian Super Flu Mengintai Anak dan Lansia, Pemerintah Diminta Siapkan Puskesmas, Bukan Narasi

Kamis, 08 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah terukur dalam merespons temuan kasus 'Super Flu' atau influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Edy menekankan pentingnya respons berbasis sistem guna mencegah kepanikan di masyarakat.

Varian baru influenza ini menjadi sorotan karena daya tularnya yang lebih cepat, terutama di kalangan anak-anak, remaja, dan lansia.

Baca juga:

Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta

Munculnya 'Super Flu' dipicu oleh ketidaksesuaian (mismatch) antara vaksin flu musim ini dengan strain dominan yang beredar, serta rendahnya imunitas populasi terhadap subclade tersebut.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan. Pemerintah jangan hanya memberi klaim aman, tapi pastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan," tegas Edy dalam keterangan resminya, Rabu (7/1).

Politisi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti aspek anggaran. Menurutnya, alokasi dana kesehatan harus diprioritaskan pada langkah preventif, seperti penguatan surveilans, laboratorium, dan kapasitas puskesmas, ketimbang sekadar merespons saat kasus sudah membeludak.

Baca juga:

Gubernur Pramono Klaim Jakarta Masih Aman dari Super Flu, DPRD DKI Ingatkan Risiko

Selain itu, Edy meminta Kementerian Kesehatan segera memperbarui protokol kesehatan yang jelas sebagai panduan publik.

Ia mengingatkan agar pola komunikasi pemerintah tetap berbasis data dan sains untuk menghindari disinformasi, berkaca dari pengalaman pandemi COVID-19.

"Kita butuh narasi edukatif, bukan istilah sensasional yang memicu kekhawatiran. Masyarakat juga diimbau tetap tenang, disiplin menjaga pola hidup bersih, dan mengikuti arahan resmi pemerintah," pungkasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan