Usai Prabowo-Anwar Bertemu Bahas Tarif Resiprokal, Menteri Ekonomi ASEAN Bakal Berkumpul

Senin, 07 April 2025 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 mengumumkan penerapan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan ini mulai diberlakukan secara bertahap, dimulai dengan tarif umum sebesar 10 persen untuk semua negara per 5 April 2025.

Selanjutnya, tarif khusus (resiprokal) diberlakukan untuk negara-negara tertentu mulai 9 April 2025. Indonesia terkena tarif impor Trump sebesar 32 persen.

Penerapan itu, membuat Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di kompleks Seri Perdana, Putrajaya, Malaysia Minggu (6/4).

Baca juga:

50 Negara Minta Berunding Soal Tarif Resiprokal AS, Indonesia-Malaysia Lakukan Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin itu membahasdampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap negara-negara ASEAN.

"Kami berbincang mengenai isu-isu serantau yang penting, termasuk dampak tarif baru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap negara-negara ASEAN,” kata Anwar dalam keterangan di akun media sosialnya dikutip Senin (7/4).

Meski tidak memerinci isi diskusi lebih lanjut, baik PM Anwar Ibrahim maupun Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan global.

Dalam pertemuan itu juga dibahas soal pemberian bantuan untuk korban bencana alam di Myanmar. Presiden Prabowo, PM Anwar Ibrahim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

“Semoga semangat Idulfitri terus memperkuat hubungan persaudaraan dan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, demi keamanan dan kesejahteraan serantau,” katanya.

Anwar juga menyampaikan bahwa para menteri ekonomi dari negara-negara ASEAN akan menggelar pertemuan pekan depan guna membahas langkah-langkah lanjutan dan mencari solusi terbaik bagi seluruh anggota ASEAN.

“Insyaallah, pertemuan menteri ekonomi ASEAN minggu depan akan membahas masalah ini lebih lanjut dan merumuskan langkah strategis yang paling tepat,” ujarnya. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan