Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

UN Tidak Sistem Online, Token Soal Jadi Kendala

Fredy Wansyah - Senin, 13 April 2015

MerahPutih Pendidikan - Kepala Sekolah SMAN 30 Jakarta, Helmi Rosana, mengakui bahwa dirinya bangga diberikan kepercayaan melangsungkan Ujian Nasional secara Computer Based Test (CBT). Apalagi, menurutnya, sosialisasi pelaksanaan UN ini hanya sangat singkat, 1,5 Bulan. 

"Yang paling membuat saya bangga sebenarnya kita bisa tunjukkan ke dunia luar bahwa murid saya berani melaksanakan UN dengan jujur," tutur Kepala Sekolah SMAN 30 Jakarta Helmi Rosana kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (14/4).

Helmi menuturkan bahwa UN dengan CBT bukan bersistem daring (online). Komputer siswa tidak terhubung dengan internet, melainkan hanya memakai jaringan lokal di sekolah (LAN).

Selain itu, Helmi menjelaskan, komputer yang dipakai siswa untuk ujian terhubung dengan server khusus yang sudah disiapkan sebelumnya. Server ini juga diletakan di sekolah agar memudahkan pengawasan. Pemakaian koneksi internet hanya sebelum dan setelah UN. (BacaLeon Dozan Tegang Hadapi Ujian Nasional)

"Soal sudah diunduh, tapi kan kami tidak bisa buka karena harus sinkronisasi dulu. Nah, setelah proses sinkronisasi baru dibukakan jalurnya ke CBT itu. Kita harus nunggu token dulu untuk bisa buka soal. Nah, token itu lama didapatkan. Tadi saja baru dapat pukul 07.15. Di situlah proses kerahasiannya," kata dia memaparkan. (BacaDPR Nilai Ujian Berbasis Komputer Efisien)

Seperti diketahui, hari ini seluruh siswa SMA dan setingkatnya melakukan UN. Jadwal UN berlangsung hingga Rabu untuk SMA dan Kamis untuk SMK. Sebagian peserta UN di telah menggunakan CBT. Sebagian lainnya masih menggunakan soal kertas. (rfd)

Baca Artikel Asli