Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta potensi hujan sepekan ke depan periode 23 hingga 25 Juni 2026. Hasilnya, menunjukkan adanya dominasi awan hitam pekat atas wilayah tanah air.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Akan Guyur Sebagian Besar Wilayah Jakarta Memasuki Rabu, 24 Juni Malam
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama daerah dengan topografi rawan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan rilis resmi, curah hujan bervariasi mulai dari intensitas ringan, sedang, hingga sangat lebat melanda puluhan provinsi.
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat,
tulis rilis resmi BMKG.
Daftar Provinsi Berstatus Waspada Hujan Sedang
Peningkatan intensitas hujan kategori sedang terdeteksi menyelimuti wilayah dari ujung barat Sumatra hingga belahan timur Papua.
Kondisi ini dipicu oleh tingginya aktivitas pertumbuhan awan hujan di sekitar garis khatulistiwa.

Daftar lengkap wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang:
-
Pulau Sumatra: Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu.
-
Pulau Jawa & Nusa Tenggara: Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.
-
Pulau Kalimantan & Sulawesi: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
-
Wilayah Timur Indonesia: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
Tiga Wilayah Masuk Kategori Siaga Banjir
Kondisi jauh lebih ekstrem mengancam tiga provinsi besar di Indonesia, memerlukan perhatian ekstra dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
BMKG menetapkan status siaga terhadap ancaman hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat atau petir.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan Selasa, 23 Juni 2026
Berikut rincian tingkat peringatan dini wilayah terdampak:
-
Status Siaga (Hujan Lebat - Sangat Lebat): Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat.
-
Potensi Angin Kencang: Nihil (tidak ditemukan indikasi peningkatan kecepatan angin ekstrem).
Masyarakat pada wilayah berstatus siaga dihimbau menjauhi area bantaran sungai serta lereng perbukitan gundul.
Pemantauan saluran air perkotaan juga mendesak dilakukan guna mencegah genangan parah akibat luapan volume air hujan.