MerahPutih Megapolitan - Pengamat kebijakan publik dan tata kota Uchok Sky Khadafi mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau biasa disapa Ahok selama setahun memimpin Jakarta, saat ditemui merahputih.com di lobi gedung DPRD DKI, Senin, (19/10).
Menurut Uchok Sky Khadafi yang merupakan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) ini, Gubernur Ahok tidak memiliki prestasi yang signifikan. Kerja Ahok hanya membuat pencitraan dan kegaduhan.
Minimnya prestasi Ahok dilihat dari penyerapan anggaran yang hanya 20 persen pada 2015 ini. Selain itu, penggunaan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membangun Jakarta dinilai sebagai sebuah kesalahan. Menurutnya, jika Jakarta dibangun dengan anggaran CSR maka Jakarta adalah milik perusahaan-perusahaan yang menginvestasikan uangnya melalui dana CSR tersebut.
"Prestasinya minim, kalau diukur dari APBD penyerapan anggarannya hanya 20 persen. Kalau ingin melihat bentuk fisik di lapangan, atau untuk membantu masyarakat itu bisa dilihat dari anggaran yang dialokasikan. Tidak bisa dilihat dengan menggunakan anggaran CSR, karena SCR itu bukan APBD rakyat, CSR itu punya perusahaan. Kalau DKI dibangun bagus dengan CSR, nanti Jakarta punya pengusaha semua, yang bagus ya perusahaan itu, bukan pemprovnya (pemerintah provinsi)," ujar Uchok.
Bila masyarakat menilai pembangunan rumah susun (rusun) dan penggusuran lahan milik warga disebut sebagai prestasi Ahok, Ucok menyampaikan bahwa pembangunan rusun-rusun tersebut tidak sepenuhnya menggunakan dana APBD melainkan ada juga dana dari Kementerian Perumahan Rakyat.
"Ahok itu melihat ada peluang pemerintah pusat membangun rumah susun, maka di situ kesempatan Ahok untuk menggusur. Kan rusun yang di Kampung Melayu itu ada dana dari kementerian perumahan juga. Ya kalau pengen gusur dan bikin rusun, jangan cuma dikasih rakyat dong, suruh Ahok tinggal di rumah susun, kemudian bongkar rumahnya yang di Pluit itu. Mau engga dia dari hidup mewah, nyaman terus hidup di rumah susun. Jangan cuma banyak ngomong," tegas Uchok.
Wacana Uchok untuk membongkar rumah Ahok di bilangan Pluit, Jakarta Utara juga disampaikan Uchok sebagai sebuah sikap tegas. Lantaran tanah yang digunakan sebagai bangunan perumahan di Pluit itu seharusnya diproyeksikan sebagai hutan lindung dan kawasan penyerapan air. (aka)
Baca Juga: