MerahPutih.com - Pernyataan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi yang menyebut tujuh fraksi menggunakan parlemen jalanan dengan menggelar rapat Formula E di rumah makan mendapat tanggapan sinis.
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai, penyebutan nama parlemen jalanan kepada sejumlah anggota DPRD merupakan tindakan yang kurang baik. Hal ini yang semakin membuat panas dewan Kebon Sirih.
"Masa 7 fraksi dikatain parlemen jalanan, dituduh dikasih uang sama gubernur. Itu jahat sekali lah," papar Zita melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/9).
Baca Juga:
Begini Kata Pemprov DKI Soal Tak Hadiri Rapur Interpelasi Formula E
Putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) ini meminta, PSI dan PDI Perjuangan untuk bisa menghormati 7 Fraksi DPRD yang menolak pengguliran hak interpelasi kepada Gubernur Anies terkait rencana perhelatan Formula E.
Adapun tujuh Fraksi DPRD DKI yang menolak Formula E yakni Fraksi Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP-PKB, PAN, PKS dan Demokrat
"Warga DKI juga ngerti hitung-hitungan politik kok. Kan jelas 7 fraksi ini jumlahnya lebih banyak. Kalau ada pihak-pihak yang tetap ngotot, ini justru tidak menghargai proses demokrasi yang ada di DPRD," ucapnya.
Zita mengaku heran perpolitikan di Kebon Sirih sekarang ini jauh dari nilai kompak dan solid. Menurut Zita, tujuannya hanya menang, etika dan kepentingan masyarakat diabaikan.
Baca Juga:
Begini Kata Wagub DKI Soal Fraksi PDIP Ancam Coret Anggaran Formula E
Sebagai salah satu unsur pimpinan perempuan DPRD DKI ini mengajak anggota DPRD untuk menurunkan ego untuk kepentingan warga Jakarta.
Ia menilai, saat ini legislator DKI pertontonkan dengan hal-hal yang tidak baik.
"Wakil rakyat harusnya hadir di tengah kegelisahan masyarakat. Ini zaman lagi susah, ekonomi susah, pangan susah, ayo berempati," pungkasnya. (Asp)
Baca Juga:
PDIP Ancam Coret Anggaran Formula E APBD DKI