Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Tugas Berat Ayah Membuat Anak Remajanya Terbuka

Wisnu Cipto - Minggu, 30 Juni 2024

MerahPutih.com - Perasaan tak dekat dalam hubungan dengan ayah, kerap membuat anak yang memasuki usia remaja memilih membuat jarak, serta tidak banyak berinteraksi dan enggan untuk terbuka.

Anak berpikir kalau bersikap terbuka dengan ayah adalah hal yang sulit, pasalnya budaya melekat itu tidak pernah diciptakan. Inilah yang menjadi tugas berat ayah bagaimana anaknya terbiasa terbuka.

"Peran ayah yang penting adalah dia mampu membuat anak sampai bisa menjebol privasinya sendiri tanpa harus dikorek," kata praktisi keayahan Bendri Jaisyurrahman dalam #Momcorner "Tidak Ada Ayah yang Baik, Jika Tidak Dari Suami yang Baik" di Youtube Nikita Willy Official, Sabtu (29/6).

Bendri tak menafikan awal mula dari persoalan ini karena terciptanya batas alias barrier antara anak dan ayah. Namun, lanjut dia, persoalan parenting di tengah era digital ini justru soal keterhubungan, ketika hubungan ayah dan anak tidak melekat.

Baca juga:

Parents, ini nih Tips Ajak Remaja Berolahraga



Menurut dia, karena tidak berhubungan itu, anak enggan bercerita tentang pengalamannya, soal apa yang dirasakan dam dipikirkannya. Padahal, lanjut dia, anak banyak mendapatkan stimulus dari luar. "Dia tidak bisa bercerita kepada ayah," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Bendri, tidak mengherankan wajar menjamurnya istilah That's my privasi pada masa kembang anak, yang sebetulnya malah berbahaya bagi mereka

"Celahnya predator untuk melakukan pelecehan lewat love boombing, grooming, scaming itu karena privasi. dan ayah sebagai pagar tidak mampu melakukan itu," tandas konselor anak remaja itu. (Tka)

Baca Artikel Asli