Transjakarta Perkuat Ekosistem Transportasi Inklusif, Target 30 Persen Pramudi Perempuan

Jumat, 09 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempertegas komitmennya dalam menciptakan layanan transportasi publik yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak. Melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Transjakarta mengintegrasikan standar keamanan tinggi dengan pemberdayaan gender.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa keramahan terhadap perempuan dan anak kini menjadi standar utama operasional.

Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan bus berkelir merah muda khusus perempuan di rute-rute padat dan menyediakan ruang khusus di seluruh armada.

"Kami ingin setiap perempuan merasa tenang. Selain fasilitas fisik, kami juga mengusung misi Sustainability melalui kesetaraan gender di lingkungan kerja," ujar Welfizon, Jumat (9/1).

Baca juga:

Kasus Pelecehan di Bus Transjakarta Viral, Pakar Minta Dishub DKI Bertindak Serius

Salah satu langkah berani yang diambil adalah target peningkatan jumlah pramudi (sopir) perempuan. Dari angka saat ini yang baru mencapai 2-3 persen, Transjakarta memproyeksikan keterlibatan perempuan di balik kemudi naik hingga 20-30 persen dalam tiga tahun ke depan guna mendobrak stigma industri transportasi.

Tak hanya itu, Transjakarta meluncurkan Lentera, satuan tugas berbasis relawan untuk mencegah pelecehan seksual, serta membangun fasilitas Daycare di Kantor Pusat Cawang.

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menambahkan bahwa fasilitas asuh anak ini nantinya akan dikembangkan di halte-halte strategis untuk mendukung ibu bekerja dan pelanggan.

Baca juga:

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta, Penumpang Perempuan Jadi Korban

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, turut mengapresiasi penguatan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) yang kini tersebar di 69 halte.

"Ini adalah bentuk kehadiran negara. Dengan pelatihan berkala bagi petugas, kita membangun sistem pertahanan kuat terhadap kekerasan di ruang publik," pungkasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan