MerahPutih.com - Insiden bunuh dirinya anak berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menuai reaksi dari Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo.
Dedi pun memerintahkan jajarannya agar terus mengawal berbagai program kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah tepat sasaran.
“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan kita (Polri) punya semangat gotong royong mengawal program pemerintah," kata Dedi dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2).
Dedi menyebutkan, kejadian di NTT harus menjadi momentum untuk semakin mengoptimalkan berbagai program kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Baca juga:
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
"Pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPS, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan setiap rupiah APBN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat," ujarnya.
Jenderal polisi bintang tiga itu meminta kepada seluruh jajaran di Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, sehingga kejadian di NTT tak terulang lagi.
“Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Dan Polri akan berada di garis depan untuk memastikan itu," tegasnya.
Baca juga:
Awalnya Dikira Korban, Anak Tengah Bunuh Keluarganya di Tanjung Priok
Sebelumnya diberitakan, seorang anak berinisial YBR (10) ditemukan meninggal gantung diri di pohon di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT pada Kamis (29/1).
Muncul dugaan kekecewaan korban yang tidak dibelikan peralatan tulis oleh ibunya karena terkendala ekonomi keluarga. (knu)