TPA Cipeucang Overload, Pemprov DKI Bantu Banten Tangani Sampah Tangsel
Rabu, 04 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapan membantu Provinsi Banten dalam menangani persoalan sampah, khususnya di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) yang belakangan mengalami penumpukan sampah di sejumlah titik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI menawarkan bantuan berupa kendaraan pengangkut sampah untuk membantu proses distribusi dan pengelolaan sampah di Tangsel.
“Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi. Tentunya Jakarta kan punya alat transportasi yang bisa digunakan,” kata Pramono saat konferensi pers bersama Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak mencakup lokasi pembuangan sampah. Menurutnya, urusan tempat pembuangan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Karena mengenai pembuangannya, tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan,” ucapnya.
Baca juga:
Pemkot Tangerang Selatan Tetapkan Darurat Sampah, Menumpuk di Jalan
Dalam konteks ini, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan kendaraan operasional, selama hal tersebut dapat membantu mempercepat penanganan masalah sampah di wilayah tetangga.
Anggota DPR RI empat periode tersebut menuturkan bahwa kolaborasi antardaerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan lintas wilayah dapat diselesaikan secara lebih efektif.
“Jadi intinya begini, kami ingin saling mengisi, termasuk persoalan yang tadi saya juga sampaikan,” pungkas Pramono.
Baca juga:
Status Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan Diperpanjang
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan penumpukan sampah di sejumlah kawasan Tangerang Selatan yang dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Penumpukan sampah tersebut terjadi lantaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangerang Selatan telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan tidak lagi mampu menerima sampah baru.
Sebagai solusi sementara, sampah dari wilayah Tangerang Selatan kini akan dialihkan ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengakui bahwa TPA Cipeucang memang sudah tidak mampu menampung volume sampah harian dari wilayahnya.
“Faktanya, TPA Cipeucang memang sudah tidak akan mampu lagi menampung sampah dari Tangerang Selatan. Walaupun kita memiliki landfill 3 dan 4 seluas 8.000 meter, itu diperuntukkan bagi MRF (Material Recovery Facility),” ujar Benyamin, Selasa (3/2). (Asp)