MerahPutih.com - Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson, menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin jelas, terukur, dan berorientasi pada penguatan kedaulatan bangsa.
Menurut Tommy, pemerintahan Prabowo tidak sekadar menjalankan program populis jangka pendek, melainkan sedang membangun fondasi strategis menuju Indonesia yang mandiri secara pangan, ekonomi, teknologi, hingga geopolitik.
Ia menilai banyak pihak masih melihat program pemerintah secara parsial. Padahal, jika dipahami secara utuh, seluruh kebijakan Presiden Prabowo saling terhubung dalam satu arsitektur besar pembangunan nasional.
“Kalau kita lihat secara utuh, ada benang merah yang sangat kuat. Presiden Prabowo sedang membangun kemandirian nasional dari desa, pangan, industri, pertahanan, sampai diplomasi global. Ini bukan program yang berdiri sendiri-sendiri,” ujar Tommy, Rabu (13/5).
Tommy mengatakan arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi Astacita yang menempatkan kedaulatan bangsa sebagai inti pembangunan nasional.
Baca juga:
Buku Konsep Prabowonomics Diluncurkan di ITB, Dasco: Harus Dibaca
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kebijakan itu merupakan langkah strategis dalam transformasi ekonomi nasional berbasis desa.
Ia menilai selama puluhan tahun desa hanya dijadikan objek pembangunan. Namun di era Presiden Prabowo, desa mulai diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Program pembentukan 70 ribu Kopdes Merah Putih dinilai menjadi instrumen penting untuk memperpendek rantai distribusi, memperkuat posisi petani, sekaligus membangun ekonomi kerakyatan berbasis produksi.
“Selama ini petani kita lemah karena rantai distribusi terlalu panjang dan permainan tengkulak terlalu kuat. Nah, Kopdes Merah Putih hadir untuk memutus ketimpangan itu,” katanya.
Tommy menjelaskan pemerintah tidak hanya membangun koperasi secara administratif, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa modern berbasis manajemen profesional, teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme generasi muda dalam rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih yang disebut mencapai ratusan ribu pelamar.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa anak muda Indonesia masih memiliki idealisme tinggi untuk membangun desa dan bangsa.
“Ini luar biasa. Anak muda sekarang tidak lagi hanya berpikir bekerja di kota besar. Mereka mulai melihat desa sebagai ruang pengabdian dan ruang ekonomi masa depan,” ujarnya.
Baca juga:
Selain sektor ekonomi desa, Tommy juga menilai fokus besar pemerintahan Prabowo terhadap kedaulatan pangan menjadi salah satu fondasi penting ketahanan nasional.
Menurut dia, Presiden Prabowo memahami bahwa pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan pertahanan negara dan geopolitik global.
“Presiden Prabowo punya cara pandang geopolitik yang sangat kuat. Beliau memahami bahwa bangsa yang tidak berdaulat pangan akan mudah ditekan oleh kekuatan asing,” kata Tommy.
Ia merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang menegaskan tidak ada negara yang benar-benar merdeka tanpa kemampuan memproduksi pangannya sendiri.
Tommy menilai langkah pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional, meningkatkan nilai tukar petani, serta membangun integrasi pertanian dan koperasi desa merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional.
“Ini bukan sekadar soal beras atau jagung. Ini soal survival negara di tengah krisis global yang semakin tidak menentu,” ujarnya.
Selain itu, Tommy juga memberi perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai sebagai investasi pembangunan jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih kuat di masa depan.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah masih menghadapi tantangan besar, mulai dari reformasi birokrasi, efektivitas implementasi kebijakan, hingga pemberantasan korupsi.
Baca juga:
Buku Konsep Prabowonomics Diluncurkan di ITB, Dasco: Harus Dibaca
Namun Tommy optimistis pemerintahan Presiden Prabowo memiliki kapasitas menghadapi tantangan tersebut karena arah kebijakan nasional dinilai sudah semakin jelas.
“Yang paling penting sekarang adalah konsistensi. Fondasinya sudah mulai dibangun. Tinggal bagaimana seluruh elemen bangsa mengawal agar agenda besar ini berjalan berkelanjutan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Tommy menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sedang berada dalam fase membangun pondasi peradaban baru Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi tahunan, tetapi dari kemampuan negara membangun kemandirian nasional dalam jangka panjang.
“Presiden Prabowo sedang membangun dasar Indonesia yang lebih berdaulat, lebih mandiri, dan lebih dihormati dunia. Ini bukan kerja lima bulan atau satu tahun. Ini kerja sejarah,” pungkasnya. (Asp)