MerahPutih.com - Perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah naungan XLSMART, Hypernet Technologies, resmi meluncurkan TokenKu.ai, yakni managed AI marketplace yang dilengkapi faktur pajak resmi dan sistem penagihan dalam rupiah.
Mengusung prinsip “Satu Gateway untuk Semua Model AI”, yakni platform ini membuka akses terintegrasi ke lebih dari 120 model kecerdasan buatan (AI) global melalui satu portal dengan sistem kendali terpusat.
Kehadiran TokenKu.ai sejalan dengan temuan berbagai riset yang menunjukkan pengaruh penggunaan AI terhadap peningkatan produktivitas.
Baca juga:
Transaksi Kripto Meningkat Tajam Sampai 24 Persen Rp 28,5 Triliun di Juni 2026
Laporan Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC menunjukkan 96 persen pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif.
Hal senada terungkap dalam studi Unlocking Indonesia's AI Potential 2026 yang dilakukan Strand Partners untuk Amazon Web Service.
Studi tersebut menunjukkan 75 persen bisnis di Tanah Air yang mengadopsi AI meraih peningkatan produktivitas terukur, bahkan mencapai 84 persen pada perusahaan yang mengimplementasikan agentic AI.
Tantangan Tren Bring Your Own AI
Jadi, organisasi perlu memberikan perhatian serius terhadap fenomena tersebut. Pasalnya, ketiadaan pengawasan dan kendali atas penggunaan AI di dalam tim dapat memicu pembengkakan biaya operasional akibat konsumsi token yang tidak terpantau.
Tim keuangan juga akan menghadapi kesulitan dalam mengelola dan merekonsiliasi tagihan kartu kredit dalam mata uang asing dari berbagai penyedia AI internasional.
“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membant organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi 'Satu Gateway untuk Semua Model AI'." kata CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei.
Baca juga:
Realisasi Investasi di Jakarta Semester 1 2026 Capai Rp 173 Triliun
Melalui TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI.
Tim internal pun tidak perlu mengurusi administrasi secara mandiri, sehingga setiap personel bisa lebih fokus memaksimalkan potensi AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Permudah Tata Kelola dan Penggunaan AI
Kemudian, organisasi dapat meminimalkan risiko penggunaan AI tanpa izin. Melalui gerbang terpusat tersebut, manajemen juga memiliki visibilitas penuh secara real time terhadap konsumsi token, baik berdasarkan individu, divisi, maupun model AI.
Manajemen dapat mengatur alokasi virtual API key sekaligus menentukan batas belanja bulanan (budget cap).
Baca juga:
Strategi Investasi Kripto Saat Bear Market Agar Tetap Cuan Maksimal
Pada saat yang sama, TokenKu.ai menyederhanakan proses pembayaran dengan mengonsolidasikan seluruh penggunaan ke dalam satu invoice resmi yang dilengkapi faktur pajak dalam mata uang rupiah.
Organisasi juga memiliki pilihan pembayaran yang fleksibel, seperti top up wallet atau bundling bersama paket managed service dari Hypernet Technologies.
Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Jadi, tim internal tidak perlu repot mengelola banyak akun, melakukan negosiasi lisensi secara individual, maupun terikat kontrak dengan banyak vendor secara terpisah.
Pada tahap awal, TokenKu.ai akan menyasar sektor-sektor prioritas yang menuntut kepatuhan data dan efisiensi operasional tingkat tinggi, seperti Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), Jasa Keuangan, dan Ritel.
TokenKu.ai akan memperluas jangkauannya ke lebih banyak sektor secara bertahap demi membantu lebih banyak pelaku industri mengelola pemanfaatan dan transformasi AI secara efisien dan bertanggung jawab.
Peluncuran TokenKu.ai sekaligus mempertegas komitmen Hypernet Technologies untuk tidak hanya menjadi penyedia konektivitas dan infrastruktur IT, tetapi juga mitra strategis bagi pelaku industri dalam menumbuhkan bisnis. (sof)