Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI

Pameran Imersif Purwacarita Borobudur, Visualisasi Sejarah Lewat Teknologi Ethical AI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Galeri Indonesia Kaya menghadirkan pengalaman menikmati sejarah dan budaya melalui pertunjukan imersif bertajuk 'Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa'.

Pertunjukan ini membawa pengunjung seolah melintasi lorong waktu untuk mengenal kembali kisah di balik penciptaan Candi Borobudur.

Menggunakan pendekatan Ethical AI, Galeri Indonesia Kaya mengajak masyarakat menyelami sejarah Borobudur melalui perpaduan teknologi digital, proyeksi visual, teater imersif, hingga interaksi berbasis sensor gerak.

Pengalaman imersif tersebut dapat dinikmati secara gratis mulai 1 September 2026 di Galeri Indonesia Kaya.

Teknologi dalam pertunjukan ini menjadi medium untuk membuka kembali cerita yang selama berabad-abad tersimpan dalam relief dan peninggalan Borobudur.

Sebagai ruang publik edutainment yang memadukan edukasi, teknologi digital, dan inovasi, Galeri Indonesia Kaya berkomitmen memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara menyenangkan dan kekinian,

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian.

AI Jadi Kuas, Sejarah Tetap Jadi Kanvas

Dalam Purwacarita Borobudur, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti sejarah. Teknologi digunakan sebagai alat untuk membantu menerjemahkan hasil riset dan fakta sejarah ke dalam pengalaman visual yang lebih mudah dinikmati masyarakat.

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi Galeri Indonesia Kaya dengan Bening Digital Indonesia dan Curaweda. Riset serta fakta sejarah yang telah tervalidasi menjadi pijakan utama dalam menyusun narasi pertunjukan.

Pengunjung dapat mengenal kisah Kāmulan i Bhūmisambhāra yang disebut dalam prasasti kuno, sekaligus menyelami gambaran kosmologi Borobudur melalui berbagai pengalaman interaktif.

Relief yang selama ini hanya dapat dipandang dari permukaan batu kemudian dituturkan kembali menjadi rangkaian adegan.

Pengunjung dapat mengikuti kisah hukum sebab-akibat atau karma melalui relief Karmawibhangga, hingga cerita cinta dan kesetiaan Pangeran Sudhana dan Putri Manohara melalui relief Avadana.

Dua tokoh dari Wangsa Sailendra, Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani, juga dihadirkan untuk membawa pengunjung mengenal kehidupan serta visi yang melatarbelakangi pembangunan hingga peresmian Borobudur.

Baca juga:

Pameran Imersif Purwacarita Borobudur, Visualisasi Sejarah Lewat Teknologi Ethical AI

Founder dan CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, menyebut AI dalam proyek ini layaknya sebuah kuas yang digunakan untuk melukis kembali sejarah.

“AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli,” kata Azhar.

Azhar mengatakan penggunaan AI di dalam pertunjukan ini dilakukan dengan bertanggungjawab. AI digunakan dengan etis untuk memperkuat riset sekaligus menghadirkan kekayaan kebudayaan nusantara.

Menurut Azhar, pendekatan tersebut menjadi cara interaktif untuk menggaet peminat sejarah baru dari kalangan anak muda.

Kami menghadirkan sejarah Borobudur bukan lagi semata sebagai cerita di buku, tetapi sebagai pengalaman visual yang memungkinkan pengunjung menelusuri lorong waktu, berinteraksi, dan menggali nilai serta pesan moral yang terkandung di dalamnya,

Founder dan CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad.

Berinteraksi dengan Dunia dalam Relief Borobudur

Pengalaman menjelajah sejarah dalam Purwacarita Borobudur tidak berhenti pada visual. Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan berbagai elemen yang terinspirasi dari relief Borobudur.

Melalui sensor gerak, misalnya, pengunjung dapat memicu respons flora dan fauna yang terdapat dalam relief, mulai dari burung merak, rusa Jawa hingga gajah.

Pengunjung juga dapat menelusuri kembali rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut, Candi Pawon hingga Stupa Induk Borobudur melalui permainan dengan layar informasi interaktif.

Dengan demikian, sejarah tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang hanya dilihat dan dibaca. Ia bergerak, merespons, dan mengajak pengunjung menjadi bagian dari cerita.

Baca juga:

Andrea Bocelli Kembali ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Istimewa 'Romanza 30th Anniversary World Tour'

Akurasi Sejarah Tetap Jadi Prioritas

Meski menggunakan teknologi AI, pengembangan Purwacarita Borobudur tetap mengedepankan akurasi sejarah.

Data dan narasi yang digunakan bersumber dari berbagai rujukan, termasuk Prasasti Karangtengah (824 M) dan Prasasti Tri Tepusan (842 M).

Penggambaran busana, artefak, arsitektur, karakter hingga dialog juga melalui proses kurasi dan penyuntingan.

Seluruhnya mendapatkan validasi akademik dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, serta validasi profesional dari Museum dan Cagar Budaya.

Tim kreatif juga melakukan kunjungan langsung ke Borobudur untuk mendapatkan rujukan visual.

Kurator dari Departemen Sejarah FIB UGM, Dr. Sri Margana, M.Phil., mengatakan tantangan utama bukan sekadar membuat sejarah terlihat menarik melalui teknologi, tetapi menerjemahkan kompleksitasnya tanpa kehilangan konteks.

Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah kepada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,

Kurator Purwacarita Borobudur dari Departemen Sejarah FIB UGM, Dr. Sri Margana.

(Tka)

#Galeri Indonesia Kaya #Candi Borobudur #Artificial Intelligence #Pameran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Bingung kenapa ChatGPT error hari ini dan tidak bisa digunakan? Lebih dari 35.000 pengguna melaporkan ChatGPT down di Downdetector. Cek fakta dan update terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Tekno
ChatGPT, Claude, dan Grok Tumbang Berjamaah Jelang Rilis GPT-6 Astra
Layanan AI favoritmu bermasalah? Tenang, kamu nggak sendirian. ChatGPT, Claude, hingga Grok memang sedang down serentak hari ini. Benarkah gara-gara persiapan peluncuran raksasa GPT-6 Astra dari OpenAI? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
ChatGPT, Claude, dan Grok Tumbang Berjamaah Jelang Rilis GPT-6 Astra
Indonesiaku
Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI
Galeri Indonesia Kaya menghadirkan 'Purwacarita Borobudur' mulai 1 September 2026. Pertunjukan imersif ini memadukan sejarah, teknologi digital dan Ethical AI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Galeri Indonesia Kaya Hadirkan 'Purwacarita Borobudur', Jelajah Sejarah dengan Ethical AI
Berita Foto
Pameran Imersif Purwacarita Borobudur, Visualisasi Sejarah Lewat Teknologi Ethical AI
Pengunjung melihat pameran imersif bertajuk Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 01 September 2026
Pameran Imersif Purwacarita Borobudur, Visualisasi Sejarah Lewat Teknologi Ethical AI
Indonesia
Pemerintah Mulai Garap Kapasitas SDM Buat Proyek Ekosistem Semikonduktor Indonesia
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi penting agar peningkatan kapasitas SDM berjalan seiring dengan transformasi industri.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemerintah Mulai Garap Kapasitas SDM Buat Proyek Ekosistem Semikonduktor Indonesia
Indonesia
Hadapi Era AI dan Transformasi Penegakan Hukum, Kabadiklat Kejaksaan RI Gagas ‘Trisula Hukum Digital’
Kabadiklat Kejaksaan RI, Harli Siregar, menggagas konsep Trisula Hukum Digital untuk menghadapi transformasi penegakan hukum.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
Hadapi Era AI dan Transformasi Penegakan Hukum, Kabadiklat Kejaksaan RI Gagas ‘Trisula Hukum Digital’
Indonesia
Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
Universitas Pertahanan menggelar diskusi Transformasi Peperangan Asimetris di Era Kecerdasan Artifisial (AI): Penguatan Strategi Pertahanan dan Literasi Digital di Ruang Siber.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
Indonesia
AI Mengubah Medan Perang, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI Bongkar Ancaman Siber Baru
Unhan RI menggelar diskusi Transformasi Peperangan Asimetris di Era Kecerdasan Artifisial (AI): Penguatan Strategi Pertahanan dan Literasi Digital di Ruang Siber.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
AI Mengubah Medan Perang, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI Bongkar Ancaman Siber Baru
Dunia
Perkembangan Pesat AI Mulai Tekan Lapangan Kerja
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai membawa dampak terhadap pasar kerja.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Perkembangan Pesat AI Mulai Tekan Lapangan Kerja
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Bagikan