Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

TNI Lakukan Riset Vaksin COVID-19 Bersama Perguruan Tinggi

Zulfikar Sy - Rabu, 29 April 2020

MerahPutih.com - TNI mempersiapkan laboratorium kesehatan militer untuk melakukan riset bersama perguruan tinggi guna mencari vaksin atau obat penangkal virus corona.

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, untuk mencari solusi mungkin vaksin, serum, atau obat yang bisa menangkal atau menghilangkan virus corona, dilakukan penelitian di laboratorium-laboratorium kesehatan militer.

Baca Juga:

Anies Ajak Pengusaha di Jakarta Bantu Warga Imbas Corona

"Dan kerja sama dengan perguruan tinggi," kata Sisriadi dalam diskusi jarak jauh yang digelar oleh Universitas Pertahanan, Selasa (28/4).

TNI juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di ratusan rumah sakit milik TNI di seluruh Indonesia untuk menangani pasien virus corona.

Hal itu diupayakan untuk mempersiapkan kondisi terburuk bila corona tak kunjung mereda di Indonesia. Sisriadi pun menyebut pihaknya telah mengajukan penambahan anggaran kepada DPR.

"Karena itu TNI sekarang menyiapkan 109 fasilitas RS TNI, baik di matra darat, laut dan udara agar dapat dijadikan RS rujukan di daerah," kata Sisriadi.

TNI, lanjut dia, telah bekerja sama dengan berbagai pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Kerja sama yang paling utama tentu dengan Kementerian Kesehatan dari tingkat pusat sampai ke unsur yang baling depan di daerah.

"Di bidang kesehatan kuratif, TNI menyediakan fasilitas kesehatan dan tenaga medis untuk memperkuat kapasitas perawatan pasien, sedangkan di bidang kesehatan preventif, TNI membantu sosialisasi dan edukasi masyarakat secara door to door," tutur Sisriadi.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi saat menjadi narasumber Webinar bertema "Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa dalam Menghadapi Wabah COVID-19", di Jakarta, Selasa (28/4/2020). (ANTARA/Syaiful Hakim)
Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi saat menjadi narasumber Webinar bertema "Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa dalam Menghadapi Wabah COVID-19", di Jakarta, Selasa (28/4/2020). (ANTARA/Syaiful Hakim)

Selain itu, Sisriadi juga menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan rencana kontijensi untuk meredam gejolak sosial bila pandemi virus corona belum mereda.

"Kita menyiapkan pasukan-pasukan kita untuk menghadapi gejolak sosial yang mungkin bisa berdampak ke arah yang anarkis. Sehingga dampak keamanan bisa diperkecil," katanya.

"Ketika masalah ekonomi yang menyentuh masyarakat pada akar rumput, ini berkaitan erat dengan masalah perut. Ketika masalah perut, maka bisa menjadi penyulut masalah keamanan yang lebih besar," ujarnya.

Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 pada Selasa (28/4) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 9.511 orang.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 415 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Selasa (28/4).

Baca Juga:

Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 103 pasien menjadi 1.254 yang sembuh.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotovasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.

Dan meninggal dunia bertambah 8 orang menjadi 773 papsien yang meninggal.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif covid-19. Optimisme kita perlukan ," ucap dia.

Lalu, orang dalam pemantauan menjadi 213.644dan pasien dalam pengawasan mencapai 20.428 orang. (Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Klaim Telah Beri Layanan Kesehatan Jiwa Terhadap 1.730 Orang

Baca Artikel Asli