TNI Akui Belum Miliki Senjata Sekelas Pesanan Brimob
Selasa, 10 Oktober 2017 -
MerahPutih.com - Pihak TNI menyita ribuan amunisi tajam milik satuan Brimob yang diimpor dari Bulgaria. Hal itu dilakukan karena pesanan tidak sesuai dengan standar kepolisian.
Kapuspen Mabes TNI Mayjen Wuryanto mengatakan Mabes TNI telah menyita 5.932 amunisi tajam senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) beberapa waktu lalu.
Dari keteranganya, amunisi yang disita bukan lagi standar Brimob tapi sudah standar militer sehingga efeknya bukan lagi kejut tapi mematikan.
"Amunisi ini mempunyai radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter," kata Mayjen Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Keistimewaan amunisi ini, kata dia, dapat meledak dua kali. Pada ledakan kedua keluar pecahan berupa logam kecil dari granatum yang dapat melukai atau pun mematikan.
"Pada ledakan yang kedua menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai maupun mematikan," terangnya.
Selain itu, granatum tersebut bisa meledak sendiri tanpa impact, tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Amunisi dengan teknologi seperti itu, lanjutnya, bahkan tidak dimiliki oleh institusi seperti TNI.
"TNI sendiri ini sampai saat ini tidak mempunyai senjata sejenis itu, mempunyai kemampuan seperti itu," ucap Wuryanto. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Fadli Zon Salut Panglima TNI Berani Ungkap Impor 5.000 Senjata