TNI Akui Belum Miliki Senjata Sekelas Pesanan Brimob
Sejumlah siswa mencoba senjata laras panjang saat Pameran Alutsista TNI di depan Trans Studio Mall, Bandung. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
MerahPutih.com - Pihak TNI menyita ribuan amunisi tajam milik satuan Brimob yang diimpor dari Bulgaria. Hal itu dilakukan karena pesanan tidak sesuai dengan standar kepolisian.
Kapuspen Mabes TNI Mayjen Wuryanto mengatakan Mabes TNI telah menyita 5.932 amunisi tajam senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) beberapa waktu lalu.
Dari keteranganya, amunisi yang disita bukan lagi standar Brimob tapi sudah standar militer sehingga efeknya bukan lagi kejut tapi mematikan.
"Amunisi ini mempunyai radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter," kata Mayjen Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Keistimewaan amunisi ini, kata dia, dapat meledak dua kali. Pada ledakan kedua keluar pecahan berupa logam kecil dari granatum yang dapat melukai atau pun mematikan.
"Pada ledakan yang kedua menimbulkan pecahan-pecahan dari tubuh granat itu berupa logam-logam kecil yang melukai maupun mematikan," terangnya.
Selain itu, granatum tersebut bisa meledak sendiri tanpa impact, tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Amunisi dengan teknologi seperti itu, lanjutnya, bahkan tidak dimiliki oleh institusi seperti TNI.
"TNI sendiri ini sampai saat ini tidak mempunyai senjata sejenis itu, mempunyai kemampuan seperti itu," ucap Wuryanto. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Fadli Zon Salut Panglima TNI Berani Ungkap Impor 5.000 Senjata
Bagikan
Berita Terkait
Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Desersi Brimob Bripda MR ‘Pamer’ Gaji Rubel ke Provos
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
100 Anggota 'Pasukan Khusus' Brimob Polri Beraksi, Gotong Royong Bersihkan Lumpur Sisa Bencana di Tapanuli Tengah
Brimob Bersihkan Gereja Katedral dari Bahan Peledak Berbahaya, Jamin Perayaan Natal 2025 Kondusif
Ancaman Kejahatan Kian Kompleks, Kapolri Minta Brimob Perkuat Kemampuan Global
BNN dan Brimob Gerebek Kampung Bahari, 18 Kartel Narkoba Berhasil Ditangkap
TNI AD Turunkan Syarat Tinggi Badan Dan Naikkan Batas Usia Daftar Jadi Prajurit
Briptu Danang Dihukum Tahanan dan Minta Maaf ke Pimpinan Polri, Lalai Ingatkan Driver Mobil Rantis Brimob yang Melindas Ojol Affan Kurniawan