MERAHPUTIH.COM - TNI Angkatan Darat (AD) mengerahkan 209 personel dari Kodam XII/Tanjungpura untuk evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Pengerahan personel dilakukan untuk membantu tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) mempercepat penemuan lokasi jatuhnya helikopter dan evakuasi korban.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Donny Pramono mengatakan operasi di lapangan dipimpin Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai Brigjen Purnomosidi. Setelah proses pencarian di medan yang cukup terjal, personel TNI-AD dan tim SAR akhirnya menemukan lokasi titik jatuhnya helikopter.
"Hal yang telah dilakukan personel sejauh ini, yakni mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar," kata Donny dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/4).
Proses pencarian harus dihentikan pada Kamis (16/4) malam karena cuaca yang tidak mendukung dan medan yang cukup terjal. Personel TNI-AD dan tim gabungan menunda proses evakuasi dan direncanakan akan dilanjutkan hari ini. Proses evakuasi yang dilakukan personel TNI-AD dan seluruh personel gabungan yang tergabung dalam tim SAR diharapkan berjalan dengan lancar dan kondusif.
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh di Sekadau Kalbar, Sempat Kirim Sinyal Darurat sebelum Hilang Kontak
Helikopter berjenis Airbus H130 tipe H-130T2 tersebut mengangkut delapan orang. Mereka terdiri atas Kapten Marindra W selaku pilot, Harun Arasyd selaku kopilot, serta enam penumpang bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan data kronologi, helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap. Helikopter kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB.
Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.(knu)
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh, Tim SAR Belah Bangkai PK-CFX Demi Evakuasi Jenazah