MerahPutih.com - Delapan korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Kalimantan Barat berhasil dievakuasi.
Kedelapan jenazah itu langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalimantan Barat, Pontianak untuk menjalani proses identifikasi, Jumat (17/4).
Tim forensik langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan identitas masing-masing korban.
Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru, yakni Capt. Marindra W. dan Harun Arasyid, serta enam penumpang dari KPN Corp atau KPN Plantations.
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh di Sekadau Kalbar, Sempat Kirim Sinyal Darurat sebelum Hilang Kontak
Selain itu, petugas juga menerima dua kantong tambahan yang berisi bagian atau barang yang ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter.
Kepala RS Bhayangkara, Anton Soedjarwo dan Polda Kalbar, Kombes drg Josep Ginting mengatakan, seluruh kantong jenazah maupun barang temuan akan melalui proses identifikasi secara menyeluruh.
"Semua akan kami identifikasi secara detail untuk membantu proses pencocokan," ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data ante mortem dan post mortem.
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh, Pasukan Elit Pasgat Turun Tangan Amankan Sisa Serpihan
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keakuratan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, pihak kepolisian telah mendirikan posko ante mortem di rumah sakit untuk memfasilitasi keluarga korban.
Posko ini digunakan untuk mengumpulkan data pendukung seperti rekam medis, ciri fisik, hingga barang pribadi korban.
Ginting memastikan, proses identifikasi dilakukan secara profesional dan hati-hati, mengingat pentingnya keakuratan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca juga:
TNI-AD Kerahkan 200 Anggota Cari Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar
Sekadar informasi, berdasarkan data kronologi, helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada Kamis (16/4) pukul 07.34 WIB.
Helikopter dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. (knu)