MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi jatuhnya helikopter tipe Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (17/4).
Helikopter tersebut diawaki satu pilot, Capt Marindra Wibowo, serta membawa satu engineer, Harun Arasyid, dan enam penumpang. Adapun enam penumpang yang berada di dalam helikopter tersebut, yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Sebelum hilang kontak, helikopter disebut sempat mengirimkan sinyal darurat (emergency signal).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menjelaskan helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara itu terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di Kabupaten Sanggau pada Kamis (16/4). Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB.
“Pada pukul 08.39 WIB, terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4). Setelah mengirimkan sinyal darurat, helikopter tersebut dinyatakan hilang kontak pada pukul 09.15 WIB.
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh, Pasukan Elit Pasgat Turun Tangan Amankan Sisa Serpihan
Dalam menindaklanjuti kondisi tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (Detresfa) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur penerbangan. Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan. “Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia," jelas Lukman.
Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur TNI-AU untuk proses evakuasi korban serta penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.
“Investigasi penyebab jatuhnya helikopter masih terus dilakukan guna memastikan faktor-faktor yang memicu kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan kondisi cuaca dan aspek teknis penerbangan,” tutup Lukman.(knu)
Baca juga:
Helikopter Matthew Air Jatuh, Tim SAR Belah Bangkai PK-CFX Demi Evakuasi Jenazah