MerahPutih.com - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur rawan Tawangmangu–Matesih, tepatnya di Tikungan Bomo, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (24/8) dini hari.
Baca juga:
Diduga Microsleep, Truk Trailer Masuk Jurang di Jembatan Kenteng Boyolali
Mobil Kia Picanto AE-1536-OY berisi satu keluarga terjun ke jurang sedalam 150 meter akibat dugaan rem blong.
Sebanyak empat orang menjadi korban dalam kejadian itu. Satu orang meninggal dunia,
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, kepada media, dikutip Selasa (25/8)
Kronologi Kecelakaan Maut Tikungan Bomo
Mobil yang dikemudikan Marno (52), warga Magetan, melaju dari arah Tawangmangu menuju Matesih sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat tiba di tikungan Dusun Bomo, sistem pengereman diduga tidak berfungsi sehingga kendaraan keluar dari badan jalan dan meluncur ke jurang.
Mobil naas itu membawa empat penumpang satu keluarga yakni Sumarsih (49), Chealia Meisa Pratiwi (19), dan Sumarmi (62), serta sopir Marno. Korban tewas atas nama Sumarmi.
Semua korban (selamat) telah dievakuasi ke Puskesmas Tawangmangu untuk mendapatkan penanganan medis,
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo
4 Korban, 1 Tewas, Sopir Selamat
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Razes Pernando Manurung menjelaskan Sumarmi meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian kepala. Korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Tawangmangu sebelum dinyatakan meninggal.
Baca juga:
Kecelakaan Tunggal Rombongan Pariwisata Tewaskan 5 Orang di Tawangmangu
Pengemudi Marno mengalami luka di kepala dan dirawat di RS Moewardi Solo. Penumpang Sumarsih juga mengalami luka di kepala dan pinggang, sementara Chealia Meisa Pratiwi selamat dengan kondisi luka ringan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan sistem pengereman sebelum kejadian.
Dugaan awal memang gangguan pengereman,
Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Razes Pernando Manurung
(Ismail/Jawa Tengah)