Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tiga Orang Positif COVID-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup

Zulfikar Sy - Minggu, 25 Oktober 2020

MerahPutih.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Solo menutup Pasar Harjodaksino selama dua hari, dari tanggal 25 Oktober pukul 16.00 WIB sampai dengan 26 Oktober pukul 24.00 WIB.

Penutupan Pasar Harjodaksino dilakukan setelah ditemukan dua pedagang sayuran dan tenaga kebersihan positif COVID-19 pada Minggu (25/10).

Temuan kasus COVID-19 di Pasar Harjodaksino ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya pada tanggal 13 Juli lalu, ditemukan seorang pedagang meninggal positif COVID-19 dan pasar ditutup sepekan dari tanggal 14-20 Juli.

Baca Juga:

Satu Pedagang Terkonfirmasi COVID-19, Pasar Slipi Ditutup

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi mengatakan, penutupan tersebut dilakukan secara mendadak setelah pihaknya diberitahu Kepala Dinas Kesehatan (DKK) ada pedagang dan tenga kebersihan pasar positif COVID-19. Ia mendapatkan kabar tersebut pada Minggu pagi.

"Kasus ini bermula dari satu pedagang sayuran berjualan di los positif corona. Lalu dilakukan tracking oleh DKK Solo dan hasil tes swab di RSUD Bung Karno Solo, satu pedagang dan tenaga kebersihan postif. Total ada tiga orang positif di Pasar Harjodaksino," ujar Heru, Minggu (25/10).

Pasar Harjodaksino, Solo, Jawa Tengah dututup akibat pedagang posif COVID-19. (MP/Ismail)
Pasar Harjodaksino, Solo, Jawa Tengah dututup akibat pedagang posif COVID-19. (MP/Ismail)

Menindaklanjuti temuan tesebut, kata dia, pihaknya melakukan tindakan cepat dengan menerbitkan SE terkait penutupan operasional pasar tradisional Pasar Harjodaksino selama sehari. Selama penutupan, petugas pasar dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Pasar kami tutup dua hari untuk dilakukan penyemprotan desinfektan. Sedangkan los tempat jualan pedagang positif ditutup selama tujuh hari," katanya.

Ia mengatakan, tiga orang positif saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Pedagang yang positif pertama tercatat sebagai warga Kabupaten Sukoharko yang berjualan di Pasar Harjodaksino Solo.

"Penutupan pasar selama dua hari ini secara mendadak ini sempat mendapatkan penolakan dari pedagang. Kami tidak mau ambil risiko, pasar tetap ditutup total selama dua hari," papar dia.

Baca Juga:

Pandemi Corona Belum Berakhir, Omset Penjualan Batik di Pasar Klewer Solo Turun Drastis

Ia mengakui, Pasar Harjodaksino masuk kategori pasar tradisional yang rentan menjadi lokasi penularan COVID-19. Terlebih kasus serupa juga pernah terjadi pada bulan Juli lalu.

"Kami terus giatkan ronda masker di pasar. Penutupan pasar ini semata-mata hanya untuk menyelamatkan semua pedagang," tutup Heru. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Pasar Kalimati Ditutup Setelah Ditemukan Belasan Pedagang Terinfeksi COVID-19

Baca Artikel Asli