Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tidak Semua Sekolah di Bandung Bakal Gelar Sekolah Tatap Muka

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Mei 2021

MerahPutih.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dilaksanakan Juli 2021 dipastikan hanya bersifat terbatas. Artinya, tidak semua sekolah di Bandung bisa menggelar PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menegaskan, pihaknya memastikan mengutamakan keselamatan peserta didik saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berlangsung pada Juli mendatang.

Baca Juga:

300 Sekolah di DKI Ikut Asesmen Uji Coba PTM Tahap Kedua

"Saat ini Dinas Pendidikan Kota Bandung sedang mempersiapkan sekolah-sekolah yang mengajukan diri dan layak untuk melakukan PTM. Karena tidak semua sekolah mampu memenuhi standar pelaksanaan PTM sesuai SKB 4 Menteri,” kata Hikmat Ginanjar, Bandung, Sabtu (29/5).

Sebagai persiapan pelaksanaan PTM terbatas, Disdik Kota Bandung melakukan beberapa tahapan persiapan. Mulai dari rapat pimpinan (Rapim), FDG dengan stakeholder, koordinasi dan konsolidasi dengan SKPD terkait dan kewilayahan hingga melaksanakan monitor dan evaluasi (monev) kesiapan sekolah.

"Nanti Disdik, aparatur kewilayahan, Puskesmas setempat, Dinkes, dan Satgas Covid-19 di kewilayahan akan meninjau sesuai instrumen kesiapan. Kalau hasil monev-nya sekolah tersebut belum siap, maka belum bisa melakukan PTM terbatas, " ujarnya.

Hikmat memastikan, PTM terbatas tidak boleh dipaksakan dan PTM terbatas hanya dilaksanakan oleh sekolah yang sudah siap dan telah memenuhi uji kelaikan. Sedangkan sekolah yang belum siap, bisa memperbaiki mulai dari kesiapan para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) maupun sarana prasarananya.

"Bisa mulai pada Agustus atau bulan-bulan berikutnya setelah sarpras (sarana dan prasarana) dan standar pelaksanaan PTM terpenuhi. Jadi jangan dipaksakan karena yang utama adalah keselamatan anak," jelasnya.

Ada beberapa perencanaan yang harus dipersiapkan sebelum pelaksaanaan PTM di sekolah. Di antaranya penyiapan sarana prasarana berbasis protokol kesehatan Covid-19 seperti wastafel cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer, dan thermogun, dan lainnya.

Ada juga penyiapan kurikulum/desain PTM (terori dan praktek), sosialisasi adaptasi kebiasaan baru ke seluruh warga sekolah meliputi guru, tata usaha, siswa dan orang tua. Termasuk pembentukkan tim satgas Covid-19 sekolah.

Sosialisasi sekolah tatap muka di Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)
Sosialisasi sekolah tatap muka di Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)

Selain itu, semua pihak harus menerapkan protokol kesehatan 5 M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

"Ini sebagai upaya untuk saling menjaga satu sama lain,” ujar Hikmat.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan simulasi ke sekolah-sekolah, melihat penerapan protkes, penyekatan dan semua infrstrukturnya, seperti tempat cuci tangannya, pengukur suhunya, dan lain-lainnya. Pemkot Bandung mensyaratkan PTM bisa dilakukan jika sekolah siap sarana dan prasarananya. Termasuk tenaga pendidik telah 100 persen tervaksin.

"PTM itu boleh dilakukan, syarat mutlak salah satunya adalah 100 persen tenaga pendidik itu selesai divaksinasi. Mudah-mudahan dengan ikhtiar ini PTM bisa dilakukan," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Wilayah Tinggi Kasus COVID-19 & Rendah Vaksinasi Dilarang Gelar Sekolah Tatap Muka

Baca Artikel Asli