MerahPutih.com - Kabid Elpiji Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cirebon Fauzi Hasan membantah isu terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Cirebon.
Sebab, kata Fauzi, pihak Hiswana Migas Cirebon terus menyalurkan tabung gas tersebut setiap harinya kepada warga. Bahkan terkait kelangkaan itu, dirinya pun mengaku belum mendapat laporan dari masyarakat.
"Tidak ada yang dikurangi," kata Fauzi saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis (5/10).
Fauzi mengakui jika jumlah gas elpiji 3 kilogram yang bersubsidi memang tiap tahun jumlahnya tidak mengalami kenaikan, sedangkan jumlah penduduk terus mengalami kenaikan.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya rumah tangga maupun industri yang masih menggunakan gas elpiji 3 kilogram. "Harusnya untuk masyarakat menengah ke atas dan industri sudah tidak boleh lagi memakai gas bersubsidi itu," katanya.
Sedangkan koordinator daerah (korda) Hiswana Migas kota dan Kabupaten Cirebon Gunawan Kalita menyatakan, jika setiap bulannya jumlah elpiji 3 kilogram yang disalurkan khusus untuk Kabupaten Cirebon saja berkisar 1,3 juta hingga 1,5 juta tabung.
"Padahal jika ingin aman, jumlah yang didistribukan seharusnya mencapai 1,7 juta tabung," kata Gunawan.
Kekurangan tersebut, sebenarnya diharapkan bisa diisi oleh elpiji 5,5 kilogram. Namun, pada kenyataannya masyarakat lebih memilih untuk tetap menggunakan elpiji 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi dari pemerintah.
"Meski PNS sudah dilarang menggunakan elpiji 3 kilogram, tetapi jumlah untuk tabung gas itu sendiri tetap sama, tidak ada kenaikan. Karena itu, kekurangan bisa terjadi kapan saja," katanya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita terkait gas elpiji 3 kilogram lainnya di: Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Melonjak, Warga Menjerit