Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

The ASID Rilis 'Money', Lagu Rock dengan Kritik Tajam soal Uang dan Realitas Hidup

Ananda Dimas Prasetya - Senin, 30 Maret 2026

MerahPutih.com - Grup musik asal Medan Timur, The ASID (The Anwar Sadad Is Dead), kembali merilis karya terbaru berjudul Money.

Lagu ini menjadi kelanjutan perjalanan band yang digawangi Anwar Sadad (vokal/gitar), Fazil Iskandar (gitar), Andi Prayudi (bass), dan Sanders Gultom (drum). Sekaligus, rilisan ini menegaskan keseriusan mereka dalam meramaikan skena musik lokal setelah sebelumnya merilis single debut Back Where I Belong di akhir tahun lalu.

Masih sejalan dengan karya perdana, Money mempertahankan karakter rock n roll maskulin khas The ASID yang dipadukan dengan sentuhan blues kental serta nuansa rock klasik yang kasar namun tetap melodis.

Baca juga:

Winky Wiryawan Remix Lagu 'Serana' Milik for Revenge: Emosi Lama Hadir dalam Nuansa Baru

Perbedaannya, lagu ini hadir dengan distorsi yang lebih tajam, riff gitar yang lugas namun unik, serta iringan drum yang menghentak dengan tempo cepat. Bagian chorus juga dibuat kuat dan mudah diingat, mempertegas identitas musikal band ini.

Dari sisi lirik, Money menjadi refleksi atas realitas kehidupan kelas pekerja, termasuk musisi independen yang harus menghadapi rutinitas padat. Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang memulai hari dengan mimpi besar, namun dihadapkan pada tekanan ekonomi, tumpukan tagihan, hingga sistem yang terasa tidak berpihak.

“Lagu ini tidak untuk mengagung-agungkan ‘uang’, tetapi juga tidak menutup mata terhadap peran uang itu sendiri yang memang tak dipungkiri merupakan kebutuhan utama yang sialnya tak terhindarkan. Tapi pointnya, uang mungkin mengatur segalanya, tapi jiwa (harga diri) tak bisa dibeli begitu saja,” ujar Anwar Sadad.

Baca juga:

Joanna Andrea Rilis 'Tenanglah', Lagu Hangat untuk Mereka yang Sedang Terpuruk

Menariknya, pada bagian akhir lagu disisipkan ungkapan dalam Bahasa Batak, “Hepeng Do Ai Mangatur Nagaraon” yang berarti “uang yang mengatur negara ini”.

Kalimat tersebut menjadi penutup yang tajam dan sarat makna—sebuah sindiran terhadap praktik kekuasaan yang kerap dipengaruhi kepentingan materi, sekaligus pengingat akan bahaya materialisme yang dapat mengikis nilai-nilai kemanusiaan. (Far)

Baca Artikel Asli