MerahPutih.com - The Midnight Darlings kembali melanjutkan perjalanan musik mereka melalui Semu, single perdana yang sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia.
Jika karya-karya sebelumnya lebih banyak mengeksplorasi nuansa nostalgia dan kisah romansa masa muda, Semu hadir dengan cerita yang lebih emosional.
Lagu ini mengangkat pengalaman nyata tentang sebuah hubungan yang telah bertahan lama, tetapi harus berakhir bukan karena rasa cinta yang hilang, melainkan akibat situasi yang berada di luar kendali.
Baca juga:
The Midnight Darlings Debut lewat 'Am I Loving You Alone?', Usung Nuansa Dreamy dan Sinematik
Terinspirasi Kisah Cinta Tujuh Tahun
Inspirasi Semu berasal dari kisah seorang sahabat dekat Jevin Julian yang menjalani hubungan selama tujuh tahun secara sembunyi-sembunyi karena belum mendapatkan restu keluarga.
Selama menjalani hubungan tersebut, keduanya berupaya membangun rencana masa depan bersama pasangan.
Namun, hubungan itu akhirnya harus berhenti setelah sebuah keputusan keluarga mengubah segalanya.
Kisah tersebut kemudian menjadi titik awal bagi Jevin Julian untuk menuangkannya ke dalam lirik “Semu”.
Lewat Semu, The Midnight Darlings menggambarkan bagaimana harapan yang telah dibangun bersama perlahan runtuh ketika keadaan tidak lagi berpihak.
Lirik Semu - The Midnight Darlings
Tujuh tahun denganmu
Habis ditelan waktu
Senduku bukan salahmu
Semua hanya diriku
Aku menginginkanmu
Seperti lebah dan madu
Lihatlah sekelilingku
Semua berubah semu
Kusimpan semua raut wajahmu
Tak pernah kuhilangkan
Tapi sekarang kau pergi menjauh
Untuk apa aku di sini
Kau telah meretas diriku
Hilangkan warna hidupku
Senduku bukan salahmu
Semua hanya diriku
Kusimpan semua raut wajahmu
Tak pernah kuhilangkan
Tapi sekarang kau pergi menjauh
Untuk apa aku di sini
Untuk apa aku di sini
Untuk apa aku di sini
Untuk apa aku di sini
Untuk apa aku di sini..
(Far)