MerahPutih.com - Josh Holmes membuka rangkaian proyek terbarunya dengan merilis single Say Yes (Wedding Version) pada 7 Agustus 2026.
Lagu tersebut menjadi pembuka sekaligus rilisan perdana dari The Bali Sessions (Acoustic EP), sebuah EP akustik yang terdiri dari empat lagu.
Berbeda dari versi original, Say Yes (Wedding Version) hadir dengan pendekatan yang lebih intim dan lembut.
Aransemen akustik yang hangat membuat lagu ini terasa lebih personal. Nuansanya juga cocok mengiringi berbagai momen penuh makna, mulai dari pernikahan, lamaran, hingga perayaan hubungan dan komitmen bersama pasangan.
Keputusan Josh menghadirkan “Say Yes” dalam format Wedding Version juga tidak terlepas dari proses kreatif yang cukup personal.
Penyanyi solo pop-punk asal Warwickshire, Inggris, tersebut memang dikenal lewat musik enerjik yang mendapat pengaruh dari sejumlah band seperti Simple Plan, Blink-182, dan Busted.
Meski membangun karier secara independen tanpa dukungan label maupun promotor besar, Josh berhasil mengumpulkan ratusan ribu streams dan menarik perhatian BBC Introducing.
Hubungan Josh Holmes dengan Indonesia
Nama Josh juga mendapat sambutan cukup besar dari pendengar di Indonesia.
Pada Mei 2026, Josh berhasil menjual seluruh tiket konser headline-nya di Jakarta hanya dalam waktu lima hari.
Hubungannya dengan Indonesia, terutama Bali, kemudian menjadi bagian penting dalam proses lahirnya The Bali Sessions.
Bali menjadi salah satu tempat yang memberi ruang bagi Josh untuk mengeksplorasi sisi musikal yang lebih personal.
Beberapa materi dalam proyek ini, termasuk proses pengerjaan “Last First Kiss”, bermula ketika dirinya berada di pulau tersebut.
Suasana Bali yang tenang turut memengaruhinya untuk menulis sekaligus merekam kembali sejumlah lagu dengan pendekatan yang lebih sederhana, mentah, dan jujur.
Terinspirasi Suasana Bali
Josh mengungkapkan bahwa proses menulis dan mengaransemen ulang Say Yes berlangsung ketika ia berada di Bali.
Menurutnya, ketenangan suasana, cahaya bulan, serta perasaan untuk benar-benar hadir di suatu momen membuatnya ingin menyederhanakan lagu tersebut dan menghadirkannya dalam nuansa yang lebih intim.
Bagi Josh, versi Wedding dari lagu tersebut menggambarkan bentuk cinta yang tenang sekaligus penuh kepastian.
Sebuah perasaan ketika seseorang dapat memandang pasangannya dan merasa yakin bahwa ia telah menemukan sosok yang tepat.
Karena itu, ia berharap lagu ini dapat menjadi bagian dari berbagai momen spesial pendengarnya, baik ketika mengucapkan janji pernikahan, melamar seseorang, maupun sekadar mengatakan “ya” kepada orang yang terasa seperti rumah. (Far)