MerahPutih Internasional- Pria asal Libya yang dituduh melakukan pemboman pada 1998 di Afrika Timur telah meninggal dunia, beberapa hari sebelum ia harus diadili di New York, FoxNews melaporkan.
Abu Anas al-Liby (50) berada di Federal Bureau dan menjadi buronan yang paling dicari. Kepalanya bahkan dihargai sebesar $ 5 juta. Ia akhirnya ditangkap oleh tentara Amerika Serikat di ibukota Libya Tripoli pada bulan Oktober 2013 lalu.
Liby dan seorang pengusaha, Khalid al-Fawwaz akan diadili pada 12 Januari mendatang atas tuduhan penyerangan di Kenya dan Tanzania yang menewaskan 244 orang dan melukai lebih dari 5000 korban.
Liby sebenarnya adalah seorang ahli komputer. Ia meninggal di sebuah rumah sakit New York pada Jumat (02/01/2014). Pengacaranya melaporkan bahwa ia menderita kanker hati dan kondisinya memburuk beberapa terakhir ini.
Liby dan Fawwaz sebelumnya mengaku tidak bersalah atas tuduhan konspirasi tersebut. Namun seorang tersangka lainnya, Adel Abdel Bary, tahun lalu mengaku bersalah atas penyerangan di tahun 1998.
Liby juga dilaporkan menderita hepatitis C dan sebelumnya melakukan aksi mogok makan saat diinterogasi oleh agen FBI. Ia ditahan oleh pasukan komando Amerika Serikat pada tanggal 5 Oktober 2013 dan diinterogasi di sebuah kapal perang AS sebelum diserahkan kepada agen FBI.