Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Jumat, 02 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM – IKATAN Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam keras maraknya aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah.
Kepala Departemen Advokasi Iwakum Faisal Aristama menilai rentetan peristiwa tersebut menjadi indikator serius bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
“Ini merupakan bentuk pembungkaman kritik,” tegas Faisal kepada wartawan di Jakarta dikutip Kamis (1/1).
Faisal menegaskan kebebasan berpendapat dan berekspresi telah dijamin secara konstitusional. Jaminan tersebut tertuang dalam Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan 'setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat'.
Ia mengingatkan, jika setiap kritik dibalas dengan teror dan intimidasi, demokrasi Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. “Ini tidak bisa dibiarkan. Kritik dari rakyat seharusnya dijadikan ‘vitamin’ agar pemerintahan semakin sehat,” ujar aktivis muda Muhammadiyah tersebut.
Baca juga:
Rumah DJ Donny Dilempari Bom Molotov, Teror Berlanjut Usai Ancaman Bangkai Ayam
Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian aksi teror tersebut. “Jika terbukti ada aktor intelektual di balik rangkaian teror ini, harus segera diadili,” tegas Ponco.
Dia menegaskan Indonesia merupakan negara hukum yang wajib menjamin rasa aman bagi setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat. “Indonesia ini negara hukum. Karena itu, adagium fiat justitia ruat caelum (hukum harus ditegakkan walau langit runtuh) harus benar-benar diwujudkan,” pungkasnya
Dalam beberapa waktu terakhir, teror dialami sejumlah individu yang dikenal vokal menyampaikan kritik. Konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny, misalnya, menjadi korban pelemparan bom molotov ke rumahnya. Ia juga menerima kiriman bangkai ayam yang telah dipotong-potong disertai pesan bernada ancaman pembunuhan.
Teror serupa juga dialami aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Sementara itu, pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi menerima paket telur busuk, mobil pribadinya dicoret-coret, serta pesan-pesan intimidatif.(knu)
Baca juga:
Mobil Ketua Iwakum Dibobol saat Parkir di Menteng, ID Pers hingga Uang Tunai Raib