Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Terjebak dalam Mom Shaming, Hempaskan dengan 5 Cara ini, Bunda

Dwi Astarini - Rabu, 03 Juli 2024

MERAHPUTIH - SELALU punya komentar untuk segala hal tidaklah selalu baik. Komentar yang terasa menyudutkan atau bahkan merendahkan bisa dikatakan sebagai bentuk perilaku shaming. Di Indonesia, perilaku shaming kerap terjadi pada para ibu.

Studi Health Collaborative Center (HCC) menyebut mom shaming sering terjadi di Indonesia. Praktik ini bisa berupa tindakan mengkritik dengan mempermalukan seorang ibu terkait dengan pola asuh membesarkan anak.

Bentuk lain mom shaming bisa muncul dalam bentuk mengatai kondisi anak yang tidak tumbuh normal, mengomentari cara makanan anak, tubuh ibu dan anak, mengkritik pilihan melahirkan, membandingkan tumbuh kembang anak, hingga menghakimi pola asuh.

Perilaku mom shaming ternyata beratribusi terhadap kasus kesehatan mental ibu. Tak jarang, mom shaming menjadi pemicu gangguan kesehatan mental para ibu. Seorang ibu yang terjebak dalam perilaku mom shaming tidak dapat mengatur emosi negatif sehingga ia jadi kecewa, gagal, atau menjadi tidak percaya diri dengan kemampuan dan merasa gagal menjadi ibu.

Baca juga:

Kenali Dampak Buruk 'Mom Shaming'

Sebelum terjebak dalam perasaan buruk akibat mom shaming yang mungkin mengganggu mental health kamu, hempaskan saja dengan lima cara ini ya, Bunda.

1. Tetap Berpikir Positif

Berpikir positif membantu menghalau hal-hal negatif yang tidak perlu dipikirkan. Perpikir positif dapat meyakinkan diri sendiri bahwa ibu ialah sosok penting bagi keluarga. Jangan terlalu menghiraukan komentar dari orang lain, terlebih lagi yang bersifat negatif atau menjatuhkan.

2. Percaya Diri

Rasa sakit hati setelah jadi korban mom shaming tidak bisa disangkal. Namun, kembali lagi, sadarilah bahwa penting punya rasa percaya diri dan ingat bahwa ibulah yang paling mengenal diri sendiri, paling mengenal keluarga sendiri bukan orang lain.

Percayalah bahwa apa yang ibu lakukan merupakan yang terbaik untuk buah hati dan diri sendiri.

3. Utamakan Kesehatan Mental

Alih-alih memikirkan perkataan orang lain, lebih baik utamakan kesehatan mental diri sendiri. Ini dilakukan dengan cara menyaring secara bijak mana perkataan yang layak didengar atau tidak.

Baca juga:

Strategi Mengatasi Mom Shaming

4. Bijak dalam Merespons

Saat sudah mampu berpikir positif, akan lebih mudah mengendalikan emosi sehingga bisa lebih bijak dalam merespons kritik bertendensi mom shaming. Pastikan kamu hanya menerima kritik atau saran yang sejalan dengan sudut pandang dan keadaan yang dialami.

5. Kolaborasi Suami

Tempat menumpahkan keluh kesah salah satunya ialah suami. Ibu bisa berbagi pengalaman ibu menjadi korban mom shaming. Dengan begitu, ibu bisa meminimalisasi kegundahan dan suasana hati yang sedih.(ayu)

Baca juga:

Jangan Dibiasakan deh, Mom Shaming Bisa Lukai Perasaan Ibu

Baca Artikel Asli