MerahPutih.com - Denmark memerintahkan pemusnahan 25.000 ekor ayam setelah ada temuan kasus flu burung H5N8 di sebuah peternakan, menurut otoritas setempat pada Senin (16/11).
Hal itu secara efektif menghentikan ekspor telur dan unggas ke negara lain Uni Eropa, setidaknya selama tiga bulan.
Pemusnahan dilakukan setelah kasus flu burung ditemukan pada burung liar di wilayah barat Denmark dalam beberapa hari belakangan, saat sejumlah wabah dilaporkan di seluruh Eropa dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga:
Puluhan Murid Terinfeksi Wabah Baru, Sekolah di Fujian Ditutup
Pada Senin pagi, Jerman memerintahkan pemusnahan 16.100 ayam kalkun usai ditemukan jenis flu burung yang sama di salah satu peternakan di Jerman utara.
Badan Kesehatan Hewan dan Makanan Denmark melalui pernyataan menyebutkan bahwa tidak ada kasus penularan pada manusia yang tercatat di seluruh Eropa dan temuan pada Senin dilaporkan kepada otoritas Uni Eropa. Demikian seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian Belanda pada Kamis (5/11) lalu juga mengeluarkan perintah pemusnahan 200.000 ekor ayam, usai otoritas menemukan kasus flu burung yang sangat patogenik di sebuah peternakan di Kota Puiflijk.
Pemusnahan, yang juga dilakukan pada unggas di sebuah peternakan lain yang berjarak satu kilometer dari peternakan yang terpapar itu, merupakan yang kedua di Belanda belakangan ini setelah kasus flu burung pertama dideteksi muncul pada unggas liar.
Baca Juga:
Lonjakan COVID-19, India Kerahkan Dokter dari Wilayah Lain ke Delhi
Peternakan di Puiflijk yang terpapar kasus flu burung itu berada dalam radius tiga kilometer dari lokasi kasus pertama, yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan dengan Jerman, di dekat Kota Nijmegen.
Selain Belanda, pada Senin (2/11) Inggris juga mengeluarkan perintah pemusnahan 13.000 burung di sebuah peternakan di Frodsham, Cheshire, setelah mendeteksi kasus flu burung di sana. (*)
Baca Juga: